(Bukan) Keleidoskop

Haloo, fellas!! How are you?
Right now, right here, saya sedang bergerilya melawan kantuk. Sejak awal tahun ini, Pemda di tempat saya memberlakukan peraturan baru, 5 hari kerja dan ternyata itu benar-benar... sesuatu.. Oh, tidur siaaang.. Ini kali pertama, saya benar-benar di kantor sampai jam 4 sore. 
"Jadi selama ini empunya blog bolos kerja?", tanyamu. 
Ya dan tidak! 
Maksudnya?

Iya, karena saya memang cepat pulang kantor, dan tidak karena saya lembur di rumah, berminggu-minggu. Kelelahan, seratonin = 0. Berencana build it up by sleep, but nope. Terlanjur lupa namanya nyenyak. #skip.

Well, ini 2014. Then, 2013 is a past. Mungkin terlalu terlambat menuliskan post ini, tapi biarlah. Sebut saja semacam prolog mengawali 2014. Emm, sebaiknya tinggalkan saja halaman ini, saya berencana menuliskan pikiran random di kepala ini. :) This is my to do list.

Eh, kurang 1 >> practice more. Even englishnya berantakan. Perihal resolusi 1435 H, thats my own business!

2013 -dibanding tahun-tahun sebelumnya, sepertinya menjadi year of so many lesson. Saya melihat lebih banyak manusia-manusia dengan topeng santun yang ternyata tidak pernah peduli dengan sekitar. Terlihat sangat peduli pada orang lain, tapi ternyata untuk keluarga sendiri mereka nihil. Beberapa di antaranya adalah yang kepala saya sebut sebagai akrab. Dan itu menyakitkan. Okeh, saya ENTJ, full of judging. Orang-orang selalu berkata, 1-2 kali berbuat kesalahan, sama dengan khilaf. Lalu 3.., tapi 4-5 kali itu namanya keterlaluan.

Saya bagian dari orang-orang yang berkata demikian. Kepala saya menterjemahkannya sebagai keterlaluan. Artinya dia memang tidak peduli perasaan orang lain. Dibanding mereka yang efisien, saya lebih suka mereka yang emphatic. Apa salahnya berbicara jujur. Saya menghargai mereka yang berterus terang, even itu menyakitkan. Bukankah, tindakan bodoh bila seorang yang seharusnya terlibat, menjadi bagian yang paling terakhir mengetahui kebenaran? Artinya kau sedang sengaja menggali lubang, mencipta jarak, semacam mengusir orang-orang terdekat dengan bahasa anonim.

Keluarga bagi setiap orang adalah kekuatan. Tapi kita kadang lupa bahwa menjadi yang sumber kekuatan terbaikmu adalah juga sumber kelemahan terbesar. Iyah, seperti itu. Akan lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain saat abai, dibanding memaafkan kesalahan seseorang yang bagi dirimu adalah bagian yang sangat akrab. Di posisi yang menjadi diabaikan, tetiba saya menyadari satu hal. Kadang seseorang berhenti peduli, bukan karena ia sudah tidak peduli tapi karena ia sadar kepeduliannya tidak dihargai. Kau tahu, apa setelahnya? Menjadi tidak peduli adalah benih todak suka yang akan menumbuhkan benci.

Saya tidak suka november, seperti membenci september 2013. Sepertinya fase terjatuh saya ada disana. Seumur hidup, itu kali pertama saya merasa menjadi orang paling bodoh. Tapi beruntung, ada begitu banyak kawan yang bersedia membagi kesedihan saya. Eh, bukan, tapi menyentil saya, lebih tepatnya. Orang-orang ini meninggalkan nasehat singkat tanpa menjadi superior pada saya. Thankful, God. Di tumblr, saya menulis seperti ini:
Beberapa orang mungkin selalu punya formula "penyembuh" untuk setiap "sakitnya". Tapi jangan terlalu yakin bahwa "makanan bergizi" selalu bisa kau temukan sendiri. Kau akan selalu butuh orang lain untuk berbagi. Zoon politicon, sudah kodratnya. 

Yapz, setiap orang butuh orang lain. Apapun bentuknya, its make me strong enough. 2013 lewat. :) Em, yang gagal total itu.. resolusi 11 teng dan 53 kg. Insomnia masih cinta mati sama saya, berat badan malah menakutkan, turun drastis ke 45. Untuk resolusi bebas celana jeans, setidaknya sedikit menggembirakan. Di 5 kali penggunaan, dia berdamai dengan baju panjang. #eh #skip.

2013.
I fall, I rise, I make a mistake, I learn, I've been hurt, but i'm alive.
I'm human and i'm not perfect. I learn to Thankful.

Then, 2014.
Things change, friends leave, and life doesn't stop for anybody.
I wonder, 2014 is a year of achieving. So, I'll stay focus on my own goals.
For 2013, for everything, thanks God.
Wish my whole day filled by love and cheers, bring a wonderful here.

Untuk para adik atau kakak di luar sana, kalau kau merasa akrab dengan saudaramu, dan ada sesuatu yang yang berkaitan dengannya, jujurlah. Sebelum itu menyakitkan. Sebab ketika seseorang tersakiti, bisa jadi seseorang menjadi mati rasa padamu. Its mean, kau tidak lagi berbeda dengan orang asing, baginya.

For sure, I'll write a good one for my 352 page books left. 
Happy 2014. Wishing everyone be happy!

4 komentar:

  1. Replies
    1. Biar enak, anggap sj bahasa personifikasi.
      Hanya dimengerti oleh pelaku dan korban. #eh
      Lol

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Berusahan memahami yang dimaksud.... hemmmm #mikir_keras
    Lama tak saling sapa kak Achiii.... ^_^

    ReplyDelete

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images