Kebijaksanaan Berbanding Lurus dengan Usia?

Saat BW-an, nemu pertanyaan seperti ini :
Apakah kita benar-benar bisa mendapatkan lebih kebijaksanaan pada usia tertentu atau dengan kata lain semakin bertambah usia akan semakin bijak?

Capture dari blognya mas arya-devi.

Bagi saya, tidak ada jaminan kebijaksanaan selalu berbanding lurus dengan usia. Yang berbanding lurus itu pengalaman dan usia. Makin tua makin banyak mengecap asam garam, tapi tidak dengan kebijaksanaan, tidak melulu. Sebab kebijaksanan produk karakter, sebagian produk pengalaman/ masa lalu, tapi juga lebih banyak dipengaruhi faktor lingkungan. Dan lebih banyak lagi yang ditemukan dari proses pencarian, perjalanan spiritual, melibatkan intuisi dan sosial secara paten. Kalau bakat dibawa dari lahir, tidak dengan kebijaksanaan. Ia ditemukan, bukan dilahirkan.

Random note:
Postingan singkat. 
Hehhhe... itu kate saya, persis komen singkat saya di postingan mas arya. Maklum baru bangkit dari mati suri (Hiatus selama hampir 3 bulan, rekor terparah sepanjang nge-blog di bumiaccilong). No idea. Walhasil, posting draf bulukan juga dak apa-apa. Asli polos tanpa embel-embel penjabaran lebih jauh. Kepala saya sedang tidak berdamai dengan waktu. Ide sepertinya terbang menjauh satu per satu, dan jejari motorik rasanya begitu malas berselancar dari blog ke blog. Dan you know, hiatus membuat saya tidak nyaman, selalu merasa ada yang kurang. Ada sesuatu yang tidak terbebas (#sesi lebay). Yah, kicauan saya harus punya rumah yang tepat. Daripada dianggap sinting, mari berpendapat dan berbicara sebebas-bebasnya. 

This my own line, my bumiaccilong. 
Sepertinya, sekarang merasa lebih baik. : )

29 komentar:

  1. aku juga baru nongol nih ci, kangen juga ternyata sama kalian.. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. ternyata penyakitnya sama yah.
      mungkin bawaan ramadhan juga. kemarin puasa, eh blognya menyesuaikan. hahahha

      Delete
  2. Meskipun singkat tapi padat dan jelas kok ci..welcome back :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. daripada banyak cingcong kayak biasa. mendingan singkat, padat dan jelas yeh mas. hahhaha..

      mugi2 bisa khusuk lagi. aminn..

      Delete
  3. intinya itu. ditemukan!

    ayo, next mana :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. harta karun kali ya chank. ditemukan. hehhe..

      eh, dirimu masih niat jd penulis tamu kan?

      Delete
  4. "Kepala saya sedang tidak berdamai dengan waktu. Ide sepertinya terbang menjauh satu per satu, dan jejari motorik rasanya begitu malas berselancar dari blog ke blog."

    betul kak, saya pun sering kali mengalami hal seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pling susah klo mo balik aktif lagi.
      hard to find a way home. #eaa.. hahhahah

      Delete
    2. izin kak kata-katanya izin untuk saya copas kak dengan sedikit perubahan ya kak.

      Delete
  5. walopun hiatus lebih dari 3 bulan, hehe tapi tulisanya msh di anggap bijaksana, karena dgn menulis kita bsa di nilai dan di dengar oleh orang lain, terutama pemikiran2anya...

    wah, saya juga msh belum bsa menemukan semangat lg utk menulis, seperti terdegradasi dari sekumpulan org2 bijak. sremangat lagi yuuk!

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah, itu kan draf bulukan dari jaman kapan mas. heheh..
      jd sebenarnya belum nulis lagi. heheh


      tp bener, i need write. something lost when i wasn't

      Delete
  6. Saya juga susah banget mau mulai nge blog lagi setelah hiatus baru dua minggu. Terlalu banyak ide, tapi malah postingannya gak jadi2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, itu mah bukan susah mbak. wong idenya banyak. tinggal luangkan waktu. posting satu2, aman dah. klo ane mmg blank parah. hihihi

      Delete
  7. Benar sekali, pengalaman dan usia tentu akan membuat seseorang lebih bisa bijaksana.

    ReplyDelete
  8. Iya bener, emang harus ditemukan, Ci. Tapi nyarinya itu yang susah, hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi kalo lingkungan tidak mendukung. makin parah yew mbak. makin sulit.

      Delete
  9. Kebijaksanaan ada itu karena kita dekat dengan Tuhan,bukan karena pengalaman menurutku karena banyak orang berpengalaman disekitar kita tp belum tentu bijak

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo bicara tolak ukur. sepertinya ada banyak dah. pengalaman hanya satu dari sekian banyak aspek pembentuk kebjaksanaan. tdk bisa jdi kesimpulan puncak. tp yg pasti, usia berbanding lurus dengan pengalaman.

      Delete
  10. postingan penghilang debu. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hush!!! jangan terlalu prontal dungz. hahhaha..
      bagi ide dunggzzz..

      Delete
  11. bener nih, yang penting emang pengalamannya. tapi kalo kata2 orang yang agak muda itu jarang didenger sama yang tuaan, itu sih yang jadi masalah, jadi yang muda yang bijaksana ya mesti bijaksana ya ngadepinnnya. :D

    event blogger: tantangan Kreatif 30 karakter, berhadiah uang tunai Mingguan, dan hape Android.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sya paling gemes kalo ketemu orang tua yg sok merasa benar. mau menang sendiri. doh, serasa gimana gitu.

      jadi yang muda yang bijaksana ya mesti bijaksana ya ngadepinnnya.

      Plakkk!! kalimat pamungkas yang benar2 jempolan. :P

      Delete
  12. Setuju Kak. Kebijaksanaan itu ga melulu harus menunggu tua. Dengan banyaknya mencicipi asam garam di lautan dan banyaknya pengalaman, orang tersebut akan tahu bagaimana mem-bijak-i kehidupannya. Kadang ada orang yang masih kanak-kanak secara umur tapi dengan kondisi lingkungan yang menuntut ia harus ber-struggle dengan hidup maka terkadang lebih bijaksana dari pada orang-orang yang tinggal "lep" dalam hidupnya :)

    #maaf Kak Achi, komennya pake kata ancuuuur :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. setidaknya saat seseorang dihadapkan pada kondisi yang sama pada waktu yg berbeda. di kali keduanya untuk menyelesaikan masalah pasti lebih baik dari sebelumnya.

      tp tdk berrti ada jaminan akan lebih baik. pada beberapa org, pengalaman sama sekali bukan pembanding atau bahan pertimbangan untuk menyelesaikan masalah.

      berbahagialah mereka yg bisa mengambil hikmah disetiap peristiwa dalam perjalanan hidupnya.

      #ini bahasanya lebih ribet lagi, ma. hahhahah

      Delete
  13. Saya sependapat juga. Kebijaksanaan memang tidak selalu identik dengan usia dewasa atau menunggu sampei usaha lanjut.

    Kata orang Tua itu sudah pasti, tetapi dewasa adalah pilihan. Dewasa berpikir akan melahirkan dewasa dalam implementasi kesehariannya. Mantap nih pencerahannya. Blogwalking balik aja nih hehehehe. Salam dari Pontianak

    ReplyDelete

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images