Sosial media sepertinya sedang booming-boomingnya, maksud saya bukan facebook atau twitter tapi beberapa sosmed yang aplikasinya sudah tersedia alias siap unduh di setiap gadget.  Indonesia sendiri sepertinya pasar yang cukup menjanjikan, sebut saja whatsapp yang buatan amerika, line dari jepang, kakaotalk dari Korea dan terakhir Wechat dari Cina. Cukup 5 menit saja pantengin tipi, niscaya akan bertemu dengan sejumlah iklan aplikasi yang rajin wara-wiri itu. Kebetulan saya juga pengunanya, bukan aktif tapi juga tidak terlalu pasif. :)

Secara umum sepertinya sama saja, sekalipun setiap pendiri aplikasi tersebut akan membantah dengan alot bila dikatakan sama. Semuanya mengklaim punya fitur yang lebih mantab dari yang lain. Kalau saya pribadi, lebih nyaman dengan whatsapp dan line. Kalau tidak salah, saya menggunakan whatsapp sejak februari 2010, saat masih gratis untuk penggunaan setahun. Merasa nyaman dan berlanjut hingga sekarang. Berikut line, saya merasa nyaman dengan ketersediaan timelinenya disamping aplikasi chatnya.
Capture play store
Yah, sekalipun iklan KakaoTalk lebih keren tentunya, coz ada Sherina dan Big Bang nya. Yah, saya nge-fans, mereka sama-sama serius dengan musik. Coba Line pake pake Donghae-Super Junior, saya mungkin akan lebih suka iklannya. :) Hebatlah mereka yang bisa membaca pasar. Begitu pake Sherina dan Big Bang, tidak sampai sehari melesat pula jumlah pengguna KakaoTalk di Indo. Iklan yang dijadwalkan hanya 3 minggu itu, masih berlanjut hingga sekarang. Dan sampai kemarin, masih nomor satu tuh di aplikasi favorit Play Store Indonesia. 

Lalu apakah ini review aplikasi Sosial media??
Bukan, saya sedang tidak bermaksud untuk itu, hanya ingin berbagi sedikit informasi tentang (mungkin) sosial media yang baru. Ceritanya, selasa siang kemarin, saya sempat mampir ngecek email. Ada notif dari kawan, invite tentang mainan baru yang entah apa, namanya Flipora. Saya main klik ajah, gegara pengirimnya dari kawan terpercaya. Penampakan emailnya kurang lebih begini:
Pict from
Sebenarnya kalau saya mau teliti sebentar saja dan tidak asal klik, akan ketahuan kalau email itu sebenarnya dari info@fliporamail.com atau info@info-emailer.com, hanya saja dibuat seolah-olah berasal dari kawan kita. Setelahnya penerima email akan dipandu untuk mengisikan sejumlah informasi diri, layaknya sedang membuat akun-akun seperti biasanya. Hanya saja, saya mulai merasa aneh, ketika berkali-kali link ini meminta password email. Tapi lagi-lagi apes, saya tidak sengaja mengklik ajakan ke sejumlah kontak yang ada di email saya. Sampai detik ini saya belum terima komplen, semoga saja kawan di kontak saya yang kebagian email dari saya, tidak ikut-ikutan follow link seperti saya. 

Lalu masalahnya dimana? 
Ternyata Flipora ini mengambil alih browser saya. yang biasanya settingan defaultnya google.com, ini desktopnya flipora yang muncul. Gegara penasaran, saya mulai googling tentang Flipora. Informasi pertama yang saya dapat, Flipora semacam Sosial Media, itu hasil stalking saya di twitter. Wah, saingan barunya Line, KakaoTalk dan Wechat keknya nih, pikir saya. Yang muncul di browser paling add-ons, seperti yang muncul kalau habis donlot game, atau seperti 4shared yang kadang jadi default browser.

Saya lanjut pelototi Mbah Google, tapi dapatnya link-link berbahasa inggris saja. Sepertinya mulai ragu, berarti ini barang masih sangat baru, review versi Indonya saja belum ada. Terakhir sampailah saya di link ini, (dengan english alakadarnya) disitu secara singkat disebutkan kalau itu semacam spammer, juga disusupi program pencurian data, terutama data kartu kredit (bagian yang ini saya dak ngerti), tapi begitu keluhan dilayangkan ke CEO Flipora, ia mengklaim situs mereka bukan virus atau spam, apalagi untuk menjual informasi pribadi siapapun. Dan.... saya bingung. Sebenarnya Flipora itu apa?? Saya berharap ada yang bisa memberikan pencerahan setelah mampir di postingan ini dan lebih baik jangan meng-klik bila menerima email seperti gambar sebelumnya.

Well, bersama ini, saya minta maaf pada kawan di kontak email saya yang terlanjur menerima/ terganggu email serupa. Maaf, benar-benar maaf. _ _

Random
Sudah seminggu ini akun FB saya rada aneh. Saya tidak bisa login dengan password yang biasanya. Cek per cek ada login dari IP tidak dikenal sebelumnya, padahal saya tidak pernah login di sembarang PC. 
Berkali-kali saya ganti dan coba pulihkan tapi nihil. Untungnya Senin kemarin saya berhasil mengembalikannya. Di timeline tidak ada yang mencurigakan, entah apa yang sebenarnya terjadi. 
Lalu setelah email Flipora ini datang, sudah 2 hari ini setiap mau login selalu saja ada laporan kalau ada login mencurigakan sebelumnya dan permintaan ganti password lagi. 
Apa ini ada hubungannya? Binguuuuungg..

Update :
Barusan ane googling2 lagi, ada kabar (cukup) menggembirakan. Flipora itu hampir serupa dengan google, search engine besutan Infoexe Inc yang bisa merekomendasikan situs-situs bagus sesuai topik yang dinginkan. Juga memberikan kemudahan menandai website yang sering dikunjungi tanpa bookmark. 
(Berarti mirip dengan google chrome yah). Tapi saya masih penasaran, koq ya di google dan forum-forum online, banyak yang mencak-mencak bilang ini virus. Saya pribadi menganggapnya begitu, gegara komput sering corupt setelahnya. Syukurnya lumayan mudah me-removenya. Bagi pengguna Chrome, tinggal klik kanan icon flipora di sebelah kanan bar searching website trus remove/ delete atau setting langsung dari control panel. Eh, koq, mendadak jadi blog tutorial yah? :)
Well, waspadalah.. waspadalah. #lebay
Read more


~Sesi Curhat~

Saya adalah satu dari sekian banyak pelanggan telkomsel, khususnya kartu as. Bahkan setelah dua kali ganti kartu, karena keadaan (ketahuan senior bawa hp pas kuliah, SIMcard dipatahin, plus kena banting hp sama pengasuh gegara ketahuan pake hp di barak), saya masih memilih telkomsel. Untuk no yang sekarang, kalau tidak salah sudah 6-7 tahunan saya gunakan. Sepanjang waktu itu belum ada keluhan, maklum provider sejuta umat ini punya jaringan luas, paling afdol untuk pengguna layanan yang tinggal di daerah seperti saya.

Masalah mulai muncul beberapa tahun belakangan, sejak saya mulai bekerja, otomatis mobilisasi yang membutuhkan internet makin banyak. Saya tahu diri, tinggal di daerah, informasi akan lebih cepat kalau kita yang mencari, duduk diam sama dengan nol, terutama inpoh seputar landasan normatif/ juknis sesuatu hal. Contoh sederhananya, saya selalu butuh peraturan-peraturan baru artinya setidaknya saya harus mengecek peraturan baru di depdagri.go.id. Belakangan saya memilih paket full galaxy plan untuk pengguna android yang 49ribuan per bulan. Lumayan. Ane dapat 2 giga, 1 giga data 3G, 1 giga data Tsel ditambah bonus 40 MB dari masing-masing jenis data. Sebelumnya saya sempat menggunakan kartu pasca bayar telkomsel (telkomsel postpaid) yang kartu halo sejak 2009 untuk modem. Paket unlimited 137ribeng per bulan.

Source
Cerita sedikit. Berhubung modem (bagi saya) rada ribet dicolok-colok, akhirnya saya memutuskan untuk memakai kartu halo di android. Lumayan ringkas tapi tagihan saya membengkak tiap bulan. Bukan hanya bea inet tapi juga telpon dan sms. Gegara pake halo, saya sering lupa mengecek pulsa as dan seringkali kehabisan, jadilah halo menguasai pasar online, call and sms. Dont try this at home. Sumpah rugi.

Well, januari kemarin saya akhirnya memutuskan berhenti memakai kartu pasca bayar, setelah dengar dari kawan ada paket inet khusus buat pengguna android. Saya bersorak. Tapi cuma sejenak, niat off dari aktivasi halo ternyata rada belibet. Dari costumer servicenya saya diberitahu kalau menonaktifkan kartu harus dilakukan oleh pengguna terdaftar, harus ke grapari dengan membawa tanda pengenal dan kartu yang akan dinonaktifkan. What the hell! No compromize buat yang tinggal di daerah. Dan lagi masalahnya adalah pengguna terdaftar untuk kartu halo saya adalah kakak perempuan saya yang kebetulan sudah pindah tugas ke jekardah. Oh my. Pikirnya habis pake bisa langsung buang (maunya). Weis setelah menunggu waktu luang my sizt, jadilah februari halo bisa almarhum. Setelah bayar tagihan februari ditambah charge (seharga tagihan inet sebulan) coz lewat sehari dari jadwal rutin pembayaran tagihan. Doh, rugiiii banget-banget. T,T

Sebulan memakai paket full galaxy plan, kelihatannya lancar-lancar saja. Sisa dua hari dan saya masih punya kuota tsel sekitar 400an mb. Wow, lagi-lagi saya bersorak. Sepertinya bakalan mantap di galaxy plan nih. 2 giga yang murah. Lebih dari cukup diluar kebutuhan inet yang sudah ada di kantor.2-3 jam sebelum masa berlaku paket saya masih sempat ngecek, pulsa masih sekitar 60an ribeng. Pikir saya, amanlah, kan otomatis diperpanjang bila pulsa mencukupi. Sehari kemudian pas ngecek detikcom, koq loding, buru-buru ngecek pulsa. Lah, pulsa masih 20an ribu. Artinya paket saya tidak diperpanjang otomatis, dan pulsa 40an ribu hilang begitu saja. Apa hal? Saya tanya ke kawan yang kebetulan pakai paket yang sama, katanya fine2 saja. Bingung.

Sudah bulat cari paket yang lumayan murah, gak ribet pake dua kartu, saya (coba) setia di full galaxy plan. Weis isi pulsa, daftar lagi untuk bulan kedua.  Pemakaian aman lancar, sampai kejadian yang hampir sama terulang. Saya sedang niatan donlot lagu di app 4shared ketika loading tidak kelar-kelar (masa aktif paket sekitar 9an hari lagi), cek per cek, lah pulsa sisa 800 rupiah. Padahal sehari sebelumnya saya masih ada pulsa sekitar 40an ribu. Asli amblas. Cek *889# no kuota anymore. Ternyata oh ternyata, ketika kuota habis, beban inet otomatis pindah ke sisa pulsa biasa (non paket) dengan tarif yang tentunya jauh lebih mahal. Dan sedihnya, pemberitahuan dari telkomsel hanya berlaku bagi pengguna yang masih memiliki sisa kuota di 2-3 hari sebelum masa berlaku paket habis. Merana lah pengguna yang kadang lupa mengecek pulsa atau kuota seperti saya. Pulsa biasa jadi lari marayon. Merugi, padahal tawaran paketnya sudah sangat menggiurkan. Ujung-ujungnya saya coba menon-aktifkan paket galaxy plan melalui *363#, tunggu sampai dapat sms dari 3636 kemudian daftar ulang. Yah, merelakan pulsa yang terlanjur amblas, saya belum bisa pensiun sebagai pengguna data mobile. :P


Harapan saya, alangkah baiknya bila telkomsel lebih memperhatikan kondisi pelanggannya, setidaknya ada solusi untuk ketidaknyamanan semacam ini. Provider lokal loh, yang sahamnya sebagian besar milik anak bangsa, weis apik kalau lebih "merakyat".

Btw, btw, setiap kali kirim sms pasti ada sms notifikasi dari telkomsel. Big disruption.
Apa ada yang tahu cara menghentikannya?

Read more


#Sesi ceracau
InsyaAllah, siang nanti seorang sahabat akan melepas lajang. Bukannya latihan melafalkan ijab kabul, ia malah berbagi memori jaman SMA pada saya, beberapa jam lalu. Lucu, tapi kalau dipikir, sepertinya sayapun akan melakukan hal yang sama, ketika sang pencipta menghendaki^^. Bukan karena kita akan kehilangan kawan, tapi karena setelahnya tanggungjawab yang utama adalah keluarga. 

Memories..
Kawan saya ini berbagi foto coretan-coretan jaman kelulusan SMA, it was 8 years ago. Wow, times flies so fast. We grown up as fast as past running. Lucunya, coretan saya cuma seiprit, "I hate you forever. A3(inisial jaman SMA)". Nah loh, membingungkan. 

It was me. 
Btw, sebenarnya saya dapat tugas dari kawan ini. Diminta sharing ulang foto-foto buat guru "spritual"nya. Berhubung si Kunti dak pake whatsapp, saya tidak pake bb, jaringan tidak stabil buat upload di twitter so, post disini sajalah. Toh, bakal otomatis terhubung ke twit dan fb. Wish you read it, dear. Tapi kunti kalau dipikir-pikir, harusnya dirimu berterima kasih pada Ridho. Berkat die, dirimu naik tingkat beberapa derajat. Ada yang rutin mencarimu demi jasa translate tugas bahasa inggris. #Ups. Padahal yang sekelas dari SMP kan ane buk. Dari Rido, its for you kunti:



Untuk mereka para sahabat, suatu waktu, when the moment is right, ucapan, ataupun coretan yang sederhanapun bisa bermakna luar biasa. Kata si Kunti, "saya sudah banyak melihat orang-orang yang tertawa bersama, kemana-mana, ke kantin, selalu bersama, tapi hatinya tidak pernah bertaut". Saya tidak tahu mendefenisikan tapi sepertinya saya sangat sepakat dengan quote di gambar ini :

Sumpah ini kisah nyata^^ (Source)
Tahun lalu, kunti share gambar ini pada saya. First reaction, saya ngakak setengah mampus. Yah, itu kisah nyata. Saya mengamini. Sedikit percakapan dengan kunti :
Bring back memories
Hanya berbagi. Setidaknya saya harus sering-sering menyebut kunti di blog ini, sekaligus melawan lupa akan janji buku "orang-orang di persimpangan kiri jalan"nya Soe Hok Gie yang tak kunjung kelar. Tahun ke-9 mencari buku ini dan belum dapat juga. Siapa tahu ada yang punya dan bersedia berbagi untuk saya. :)

Missing you all, my friend. 
Barakallah for your wedding, do. 
Singing : Barakallahu lakuma wa baraka. Alaikumaa wa jaama'a bainakuma fii khaiiir..

Read more


Cooking time. ^^ Lagi-lagi sok nge-chef.
Baru ngecek blog, ternyata dah 15 hari ja, bumiaccilong sepi dari postingan baru.
Well, bagi-bagi resep versi accilong sajalah dulu.

Siang tadi balik kantor, cuaca super hot, belum lagi saya lapar tingkat dewa. Berhubung ini Jumat (hari pasar hanya rabu dan minggu disini), stok sayuran mulai menipis. Saya nemunya hanya wortel dan kentang. Bisa jadi sup lah, pikir saya. Tapi rada bosan juga klo hanya sup-sup seperti biasanya, syukurnya di rak makanan masih ada telur satu biji dan makaroni. So, jadilah saya berencana membuat Sup Telur ala Accilong (nama resepnya maksa beud).

Here we go, fellas
Sup Telur Ala Accilong

Bahan : 
2 buah Wortel (ukuran sedang) 
3 buah Kentang 
1 Butir Telur Makaroni (goreng sebentar, hingga agak kecoklatan) 

Bumbu : 
3 Siung Bawang Putih 
2 Siung Bawang Merah 
Merica 

Pelengkap : 
Maizena (sesuai selera, sayanya pake 2 sendok makan) 
Bawang Goreng 
Penyedap 
Garam 

Cara membuat :
  1. Didihkan 1,5 Liter air, masukkan wortel dan kentang yang telah diiris bentuk kotak, juga makaroni goreng.
  2. Haluskan bumbu, tumis hingga harum. Tambahkan pada kuah sup yang telah mendidih. 
  3. Sebagai pengental, tambahkan 2 sendok maizena (atau sesuai selera) yang telah dicairkan. 
  4. Masukkan telur, kocok random dalam kuah agar membentuk serabut. 
  5. Tambahkan garam, penyedap, irisan daun bawang dan bawang goreng 
  6. Angkat, sajikan. 
Btw, kayaknya ni resep bakal lebih enak klo pake jamur, kembang tahu plus taburan ayam suwir-suwir. Saya bisa membayangkan rasanya. Duh, ngiler. 

Random note :
Ternyata sejak 20 Maret blog multiply benar-benar sudah almarhum yah. Tidak bisa diakses dan hanya menerima blogger online shop. Alhasil blog multiply saya has been closed. Padahal ada beberapa link yang belum saya amankan. :( Tapi setidaknya, akhirnya saya punya akun instagram. #gak epen bin gak nyambung dah. :P
Read more


Entah sejak kapan dan bagaimana mulanya, saya selalu penasaran dengan buku-buku bergenre psikologi.   Sejak itu pula, saya selalu menganggap manusia sebagai urusan yang serba relatif, tidak tertebak, tidak ada  rumusan baku yang bisa menjelaskan secara pas atau proporsional mengenai apa dan bagaimana mekanisme bertindak seseorang. Sedangkalnya isi kepala ini, saya hanya tau konsep psikologi Myers-Briggs yang terkenal itu. Kepala ini hanya sampai pada pemahaman adanya kecenderungan manusia menjadi ekstrovert atau introvert, jenis manusia dengan penyerapan informasi yang cenderung mengindera atau intuitif, apakah termasuk golongan pemikir atau perasa saat mengambil keputusan, juga apakah menjalani hidup dengan    pola judging atau perceiving. Sampai tadi siang, saat tidak ada kerjaan, saya iseng memeriksa daftar e-book yang belum terbaca. Dan bertemulah saya dengan e-book ini :



Judul : Eneagram
(Mengenal 9 Tipe Kepribadian Manusia dengan Lebih Asyik)
Penulis : Renee Baron & Elizabeth Wagele
Penerbit : Serambi 
Tebal : 212 halaman (versi e-book, termasuk sampul)

Secara umum, buku Eneagram menuturkan konsep tentang 9 tipe kepribadian manusia. Dideskripsikan sebagai lingkaran yang berisi sebentuk bintang bersudut sembilan. Setiap titik mewakili tipe kepribadian yang masing-masing dijabarkan dalam karakter positif dan negatif yang tentu.

Pict Source
Pict Source
Konsepnya sederhana, sembilan titik kemudian dipecah menjadi bentuk segitiga (titik 9,3,6 sebut saja titik seimbang -istilah saya saja-) dan suatu bentuk bertitik enam (1,2,4,5,7,8). Selanjutnya salah satu titik suatu bentuk bertitik 6 dihubungkan dengan arah panah yang saling berkesinambungan, menghubungkan sisa titik-titik dari bentukan bertitik 6 hingga kembali ke titik awal. Titik-titik ini mewakili karakter positif dan negatif seseorang. Misal tipe 1, dalam kondisi rileks, tipe ini mengambil karakter positif yang dilalui, formasinya 1-7-5-8-2-4-1 sedang dalam kondisi tertekan, tipe 1 akan mengambil karakter negatif dari 4-2-8-5-7. Setiap tipe akan dipengaruhi oleh titik/tipe disebelahnya. 


Saya tidak akan menjelaskannya lebih jauh, toh, ini bukan kelas psikologi. :) Yang menarik dari buku ini  adalah, penjabarannya dinarasikan dengan sangat sederhana, memuat plus minus setiap tipe, termasuk saran dan kritik yang objektif dan segala tetek-bengeknya. Setiap tipe dipaparkan dalam satu bab yang komplit. Dan yang pasti, siapapun tidak perlu menjadi ahli psikologi ataupun harus punya dasar ilmu psikologi untuk bisa mengerti bahasannya. 

Tidak lebih dari 2 jam untuk melahap buku ini, dan yah saya puas. Bagi pecinta bahasan psikologi ataupun yang tertarik dengan psikologi buku ini recommend dah, khususnya yang kasusnya seperti saya, hanya tahu konsep Myers-Briggs. Gaya bertutur buku ini benar-benar ringan. Bukan berarti menggunakan bahasa tidak baku alias bahasa gaul. Tidak, ini buku terjemahan, bahasanya sudah pasti baku tapi tetap ringan. Sistematisnya praktis, menurut saya. Plus, di bagian akhir dilengkapi penjelasan, korelasi konsep Enneagram dengan konsep Myers-Briggs. Hasilnya, ekselente. Keduanya cocok satu sama lain. Wajarlah kalau Renee Baron, penulis buku ini sekaligus seorang terapis selalu memanfaatkan konsep Enneagram disetiap sesi konselingnya.

Melahap buku ini sedikit banyak mereformasi pemikiran saya tentang manusia sebagai urusan yang serba relatif, tidak tertebak, ternyata bisa sedikit dijabarkan dalam rumusan yang hampir bisa menjelaskan secara pas atau proporsional mengenai apa dan bagaimana mekanisme bertindak seseorang. Setidaknya, setelah menamatkan buku ini, saya merasa lebih mengenal kepribadian saya sendiri. :P Catatan untuk saya, konsep apapun tidak serta merta mengaminkan bahwa cara-cara pengambilan keputusan seseorang akan pasti seperti yang dijabarkan dalam rumusan konsep, tetap saja, ada sejumlah faktor x atau kondisi yang bisa membuat seseorang keluar jalur. Seperti atom, adakalanya dia ter-eksitasi, melompat ke lintasan lain sebelum kembali ke tempat asalnya.

Well, yang minat silahkan cari buku atau download e-booknya. 
Atau mungkin saya bisa mengirimkannya via email untuk anda, 
hubungi saja facebook atau twitter saya. 
Have a nice day, all.

Read more