Damai yang sederhana


Sesekali mari duduk di beranda
Sembari menyesap teh hangat dan mengulum pisang goreng

Langit sedang interupsi
Mengirim hujan dalam musikalisasi yang puitis
Serupa babak-babak melankoli

Tik..tik..tik.. Ritme merintik.. 
Simphoni mengudara
menghadirkan satu..dua..tiga...figuran
Adalah sepasang anak kecil, bersenandung kecil menyapa kiriman langit
Mencecap jejak-jejak polos pada bumi yang basah
Sesekali bergandengan tangan, berputar-putar, penuh cita, 
berdendang merayakan kebebasan humus jati yang berbulan lalu dibelenggu kemarau

Disini..
Sesuatu sedang mengudara
Dalam sepersekian nano cahaya ia mengalun, lembut.., pasti.., ada...
Damai sedang merekah, mekar dalam figura yang sederhana. 
Sesederhana hujan yang menyapa bumi sore ini


Random note:
Sentul malam ini harusnya gegap gempita. Mupeng dah pelototi om Shahrukh Khan. Lumayan buat jejoget acha-achaa. Bila di luar sana hujan deras pertama pembuka musim penghujan tahun ini sedang berorasi penuh seluruh, disini, musik bollywood juga tak mau kalah. Meletup-letup emosional. Cukup manjur memanggil kerinduan jaman ngampus. Hari-hari berat, jauh dari keluarga serasa  menguap saat berdendang dan menari bersama kawan. Musik bollywood dan barak, kegilaan yang selalu berhasil membuat perbedaan itu lebur. 
Barak - Jaman ngampus
A day full of mad

Yah, kenangan tak pernah benar-benar pergi bukan? 

31 komentar:

  1. selalu ada tempat untuk menyimpan yg namanya kenangan ...
    hiks hiks hiks... puisi lu bikin suasana jadi mellow :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. seperti siluman. datang tak dijemput, pulang tak diantar.
      seenak udel, menawan siapapun yg dia suka.

      Delete
  2. Apa yang akan dilakukan doraemon kalau baca postingan ini?? :d

    ReplyDelete
  3. Puisimu itu loh, Mbak Acci... Suasana yang sederhana tapi bisa digambarkan dengan sangat indah. Walaupun saya akan lebih memilih kopi panas dibanding teh hangat ketika menikmati hujan, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. duh, sya tdk berani menyebutnya puisi, narasi ajah kali yah. cuma berani kasi label intermezo. :)

      sya sedang belajar mencintai teh hangat saat hujan.
      #retoris banged dah. bhahahah

      Delete
  4. Hujan, menghadirkan melow ya. :D

    ReplyDelete
  5. puisi nya mellow tapi karena lagu yang mengiringi blog ini ckup "meriah" maka suasana saat membaca puisi itu menjadi terasa "hilang" terambil alih oleg lagu itu.

    ReplyDelete
  6. damai terkadang sangat sederhana tp terkadang tdk kita sadar hal tsb,kecuali hal tsb sudah hilang & berlalu baru kita sadar damai tsb terlewatkan dengan percuma

    ReplyDelete
    Replies
    1. kadang damai tak bisa datang sendiri. jdi sya lebih suka mengundangnya datang.

      Delete
  7. masih tentang kenangan kampus.. kenapa saya tidak merasa melow ya..?? Suasana yang damai..?? ya.. saya merasakannya.. :) #buatin seggelas teh hangat dong..!!! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah bah. gra2 dengar lagu2 bollywood, mendadak ingat kawan klo gegilaan di kampus. :)

      damai itu sepertinya mmg harus diciptakan.

      Delete
  8. Kita yang di Sulawesi kadang rindu dengan hujan, agak terbalik keadaannya dengan pulau jawa yang langganan dengan hujan, tapi..apapun cuacanya minumnya...#eeehh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang bakat iklan kyknya dirimu, ly. ahahaayy
      sy bersyukur, hujan di t4 sya masih sllu berdamai. tdk se-ekstrim di luar sana.
      #mendadak ingat pohon tumbang depan asrama jaman ngampus

      Delete
  9. di sini juga sedang hujan, tapi sayangnya saat ini hujan lebih sering di cerca, dituduh bersekongkol dengan macet yang menyebabkan manusia2 pecinta kesibukan harus stuck karenanya, dituduh membuat banjir dan penyebab lama keringnya cucian yang tergantung di tiang jemuran. tapi hujan tetaplah hujan, yang dirindukan tanaman untuk menyegarkannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sejatinya ini jeritan hati seorang NF. :)

      Delete
    2. :D bukaan, mana berani saya mencerca hujan, ada keberkahan di dalamnya :P

      Delete
    3. bukan mencercanya, tp empatinya. :)

      Delete
  10. hujan jadi satu bahasan yg banyak di gunakan utk memancing ide buat menulis puisi, termasuk puisi di atas. saya sedang rindu dengan puisi puisi seperti ini. lebih elegant pilihan kata katanya hehe,,,

    ReplyDelete
  11. hei, ini bukan puisi loh. cuma sekedar narasi. hahhah, sy bingung dengan jenis tulisan sendiri.

    but, thanks apresiasinya. #eaaa

    ReplyDelete
  12. Terasa keren puisinya Aci, meski saya ndak bisa mengartikannya. Tapi terasa keren ...
    Lagi ngapain di Sentul? ^__^

    ReplyDelete
    Replies
    1. insidental doang itu mbak.

      konsernya shakhruk khan kemarin maksudnya. pengen live jejoget bollywood juga di sentel. biar rani mukherjee ada saingannya. hahhaha

      Delete
  13. salam kenal mba, rame bener komentarnya, lagi reunian ya mba..numpang lewat dikit ah.. Asli gaya tulisannya nyastra banget, keren. Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. reunian sma kenangan. :)

      salam kenal yah anndiana.

      Delete
  14. Tik..tik..tik.. Ritme merintik..
    Simphoni mengudara
    menghadirkan satu..dua..tiga...figuran
    Adalah sepasang anak kecil, bersenandung kecil menyapa kiriman langit
    bla..bla..blaa

    ga bosan saya membaca tulisan ini. :D
    Nice.

    ReplyDelete
  15. haii makasih sudah ikutan
    tunggu pengumumannya tanggal 1 januari ya ;)

    ReplyDelete
  16. Right here is the right website for everyone who would like to understand this topic.
    You understand a whole lot its almost hard to argue with you (not that I personally will need to…HaHa).
    You definitely put a fresh spin on a subject which has been discussed for decades.
    Excellent stuff, just great!

    my web blog: appliance repair Brandon

    ReplyDelete

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images