Let's Hunting This Books!

Malam ini berselancar lagi. Alhamdulillah bisa freshing plus senang2, secara nemu barang huntingan baru booo.. heheheh.. Bulan ini gramedia rilis buku baru lagi. Ada banyak seh, tapi q jatuh cintrongnya ma ini...

Dimensi: 13.5 x 20 cm
Tebal: 632 halaman
Cover: Soft Cover
ISBN: 978-979-22-6279-7
Kategori: Fiksi dan Sastra / Novel / Novel Terjemahan

Katanya tentang dua pelacur Tokyo, Yuriko dan Kazue yang tewas dibunuh secara brutal. Kematian mereka menyisakan pertanyaan-pertanyaan tak terjawab tentang siapa mereka sebenarnya, siapa pembunuh mereka, dan kenapa hidup mereka berakhir seperti itu. Ketika kisah hidup mereka mulai terungkap lewat kakak perempuan Yuriko, kita pun diajak menelusuri masa lalu kedua perempuan ini di sebuah sekolah bergengsi, di mana hierarki sosial yang ketat pada akhirnya menjadi penentu nasib mereka kelak.

Gimana? Tertarik?? Keren kan??
Ne ditulis ma Natsuo Kirino, orang jepang. jarang-jarang tuw jepang punya penulis kisah misteri macam ini. Tak heran penulis kelahiran 1951 ini disebut2 sebagai penulis kisah misteri dengan bakat yang langka, yang karya-karyanya berbeda dari genre kisah kriminal yang biasanya. Memang dasar orang hebat, Natsuo pernah memenangkan penghargaan Grand Prix untuk Fiksi Kriminal di Jepang-untuk novel Out tahun 1998, juga salah satu penghargaan sastra tertinggi di Jepang berkat novel pertamanya "Out" yang diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. Novel yang ditulis dengan plot tajam dan penuh ketegangan.

wih, keren...
Ne ada lagi yg produk tanah air.
Penulisnya dari Makassar pula. Bangga...bangga... Bernama asli Yapi Panda Abdiel Tambayong dan dikenal dengan nama pena Remy Sylado, lahir di Makassar - Sulawesi Selatan, 12 Juli 1945.

Remy Sylado
Fiksi dan Sastra\Novel\Novel Asli
GM 40101100047; ISBN 978-979-22-6281-0; 13.5 x 20 cm; 560 hal
Aku pelacur tulen.
Tapi aku kaya penari sejati.
Dan aku Belanda berdarah Indonesia.

(Novel ini telah dimuat sebagai cerita bersambung di KOMPAS)

Sekilas:
MATA HARI, nama yang tercatat di berbagai literatur, terutama dihubungkan dengan spionase, mata-mata, intrik, juga sensualitas.

Hidup di seputar akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20, Mata Hari seperti mewadahi berbagai gejolak zaman yang menjadi ciri khas pergantian abad, sampai kemudian terseret menjadi agen ganda bagi Prancis dan Jerman pada Perang Dunia I. Dalam novel ini, dikisahkan periode hidupnya yang belum banyak disingkap, yakni hidup Mata Hari di Indonesia.

Siapa penulis yang pada novel ini seperti menunjukkan sifat androgini, keluar-masuk dunia perempuan dan lelaki, untuk menggali sisi terdalam Mata Hari dengan penuh empati?

Ia adalah Remy Sylado, ikon kehidupan anak muda pada tahun 1970-an. Sampai saat ini ia terus berkarya lewat sastra dan drama selain kegiatan-kegiatan seni yang lain termasuk melukis.

Namaku Mata Hari ia tulis menjadi sebuah prosa yang kesannya sangat filmis. Ia mengakui, "Namaku Mata Hari memang siap untuk difilmkan."

Remy Sylado, penerima berbagai penghargaan antara lain Satya Lecana Kebudayaan dari Pemerintah dan Hadiah Sastra Terbaik dari Pusat Bahasa, memang tak pernah berhenti.

Gimana? Tertarik untuk hunting bukan? Yuks serbu Gramedia. Hehehehehehhehe

0 komentar:

Post a Comment

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images