Saya Hiatus

"Pernahkah kau merasa tertawan oleh waktu?"
Kadang saya berpikir, "Apa ini benar-benar hidup yang saya inginkan?". Sepertinya terlalu biasa. Setiap pagi terbangu menjalankan rutinitas yang itu-itu saja. Tanpa detak, ibarat waktu yang terpacu, melewati hari tanpa ritme. Seolah-olah cadangan adrenalin saya sudah habis terkuras, tak bersisa sedikitpun. Rasa-rasanya tidak ada tantangan. Setiap hari hanya hari-hari itu saja. Dan yah.. saya mulai bosan.

Hm, apa ini klimaks? Semoga saja tidak, saya justru berharap ini antiklimaks. Agar setelahnya saya bisa mendaki punggung waktu dengan energi seperti dahulu, semangat yang tumpah ruah, detak yang menghidupkan. Atau jangan-jangan.. saya tidak bersyukur? Begitukah?? Sepertinya tidak. Saya merasa hidup dan mensyukuri yang saya punya, memaknai setiap inchi yang saya bisa dapatkan. Mungkin.. kosong sedang menghampiri saya, ingin menunjukkan bahwa dirinya masih eksis di dunia ini. Ingin membuktikan kalau kediktatorannya masih ada, meski manusia tidak pernah mengakuinya.
Ah, saya benar-benar kehabisan ide dan mendadak merindui ketegangan dan detik-detik yang terlewatkan dengan adrenalin yang terpompa. Entahlah... Arghhhhhh, mungkin saya memang tidak bersyukur. Bahkan mendefenisikannya pun sulit.

.................

Mungkin saya harus hiatus dulu. Mengeram di sudut waktu, menunggu telur saya menetas dan melahirkan detak yang saya inginkan. Yah... mungkin seperti itu, hiatus dulu. Toh, ide-ide sepertinya sedang meninggalkan saya. Yah, seperti itu. Entah untuk berapa lama, saya hanya bisa memutuskan ini sekarang.

Gambar nyolong disini

NB:
Sebelum mem-posting tulisan ini, saya membacanya sekali lagi. Lalu menyimpulkan ini terdengar seperti berdialog dengan pantulan saya sendiri. Jangan-jangan homunculus sedang bertingkah?? Saat sisi baik dan sisi buruk bertemu dan bercekcok? Hm, anggap saja bukan hal besar. Saya sedang tidak ingin membicarai si merah dan si putih dalam diri saya, karena penjara waktu lebih menakutkan. Dan saya sama sekali tidak rela tertawan waktu.

8 komentar:

  1. bagus sekali penggunaan bahsanya, rutinitas memang membuat jenuh

    ReplyDelete
  2. postnya kerreennn!

    emang kesibukan kakak yg dulu sm yg sekarang beda ya? kakak kuliah?

    maksih udah comment di blogku ya kak. sering2 mampir dong, hehe. :D

    ReplyDelete
  3. iya,memang kadang kita perlu sesuatu yang baru,tapi alangkah indahnya kita menikmati hidup yang ada didepan kita

    ReplyDelete
  4. Tulisanmu indah, pandai juga memperkata katai kata-kata, belajarnya dilangit ya....salam kenal...

    ReplyDelete
  5. tidak salah kalau cewek enrekang itu selain cantik juga pintar merangkai kata ..
    salam kenal ..

    ReplyDelete
  6. hahaha, hiatus apa ya mbak artinya :D, saya taunya potatos.. jangan sampai waktu yang ada terbuang sia-sia, merenung tidak masalah buat memperbaiki pekerjaan yang telah dilewati..

    tetap semangat ^_^

    ReplyDelete
  7. Kalo hiatus bagusnya lari ke dokter gigi, ditambal yang hiatus... atau ke tukang gigi palsu, minta pasangin gigi palsu biar hiatus-nya tak kasat mata lagi:D... ***Hiatus = Ompong*** heheheh...=))

    Tapi, btw, Will you scream like William Wallace Screamed "Freeeedoooooommm.....!!!"

    ReplyDelete
  8. @daur ulang:thanks bung.

    @sri:maunya sih lanjut lagi dik, tp blum dapat izin ma pemda.

    @bg aul+sam chua: ah, kalian ini. harusnya bilang gini: "cepat kembali, saya merindukanmuuu..."
    wakakkakakakakakakk...

    ReplyDelete

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images