Manusia dan binatang. Percayalah, kita sama.

Ini bukan book review seperti kebiasaan saya kemarin-kemarin, hanya saja ada beberapa bagian dari buku ini yang menarik menurut saya. 

Life of Pi
Dari buku "Life of Pi"-nya Yann Martel
  • Inti dari seni dan ilmu perkebun-binatangan adalah membuat binatang-binatang terbiasa dengan kehadiran manusia. Tujuan utamanya adalah mengurangi jarak aman binatang. Jarak aman adalah jarak yang dikehendaki binatang yang bersangkutan antara dirinya dengan makhluk yang dia anggap musuhnya.
  • Masing-masing binatang punya jarak aman berbeda-beda dan mereka mengukurnya dengan cara yang berbeda-beda.
  • Sarana untuk mengurangi jarak aman binatang adalah pengetahuan kita tentang binatang yang bersangkutan, makanan dan tempat berteduh yang kita sediakan, dan perlindungan yang kita berikan.
  • Tapi akan selalu ada binatang-binatang yang berusaha melarikan diri dari kebun binatang.
  • Setiap binatang memiliki kebutuhan-kebutuhan khusus yang harus dipenuhi, seperti yang ada pada habitat alaminya.
  • Semua makhluk hidup memiliki kadar kegilaan yang menggerakkan mereka untuk bertingkah aneh dan kadang-kadang tak bisa dijelaskan dengan akal. Tapi kegilaan ini bisa jadi penyelamat, sebab dia juga bagian dari kemampuan beradaptasi. Tanpa unsur ini, tidak bakal ada spesies yang bisa bertahan hidup. 
~Dikutip random dari "Life of Pi",Yan Martel halaman 69-72~ 
Menyelesaikan bagian ini seperti seseorang menepuk punggung saya dengan halus sambil berkata, "Sungguh, betapa miripnya kita dengan binatang". Yah, saya mengaminkan.

Mari membuat asumsi : kebun binatang = dunia fana-nya manusia. Jarak aman sebagai zona nyaman yang kita sebut hak asasi. Batasan - batasan yang kita pagari dengan sesuatu yang disebut prinsip dan maklum. Siapapun yang melampaui batasan itu, sengaja atau tidak, pasti akan menimbulkan gesekan. Beberapa punya batasan "maklum" yang luar biasa, di atas rata-rata, beberapa dari kita berada pada per-maklum-an di level "rata-rata".

Sarana mengurangi jarak aman adalah seberapa dekat seseorang dengan individu bersangkutan. Pergaulan. Efek dominonya ke batasan per-maklum-an tadi. Kadang saat beberapa orang merasa sudah sangat dekat, pada beberapa titik mereka bisa me-maklum-i "kesalahan".

Tapi akan selalu ada manusia yang melarikan diri kenyataan. Keimanan kita tidak pernah stag pada level tertingginya, saat intensitas ujian datang bertubi-tubi, ada kalanya kita ingin melarikan diri. Bagian "Semua makhluk hidup memiliki kadar kegilaan yang menggerakkan mereka untuk bertingkah aneh dan kadang-kadang tak bisa dijelaskan dengan akal. Tapi kegilaan ini bisa jadi penyelamat, sebab dia juga bagian dari kemampuan beradaptasi. Tanpa unsur ini, tidak bakal ada spesies yang bisa bertahan hidup", kelihatannya ini sangat tepat, dalam artian konotasi maupun denotasi. Sepertinya tidak salah bila kita sampai pada konklusi :
Manusia dan binatang. Percayalah, kita sama. Bukan secara norma kesopanan tapi mekanisme pertahanan diri.

10 komentar:

  1. saya blm prnah membaca buku ini, sebnrnya sudah lama ingin membacanya, tapi keburu filmnya tayang. pas filmnya tayang, malah saya ndak sempat nonton, sigh! tapi tulisan http://perempuansore.blogspot.com/2012/12/life-of-pi.html cukup memberikan informasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. sya kebiasaan lebih suka baca bukunya dari pada nonton filmnya. tp versi bukunya sya merasa sedikit bosan. mungkin karena kebanyakn dalam narasi yang pasif. sya yg sedang suntuk jadi makin malas mengkhatam-kannya. untungnya beresmi.

      Delete
  2. ternyata diadaptasi dari buku ya, kalo saya cuma nonton filmnya aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saat baca bukunya, saya membayangkan kira2 bagaimna filmnya yah? di beberapa titik saya merasa ini menjemukan. kbtulan ane blum nonton, jadilah sya mereka-reka jangan2 filmnya seperti dokumenter, lebih banyak narasi pasif dibanding percakapan aktif

      Delete
  3. Ceritanya bagus banget, makna filosofisnya dalem banget kalau mau ngomongin cerita film/buku ini. Bahkan interpretasinya juga malah bisa jadi beda-beda tiap kepala. :)

    Overall saya setuju, manusia dan binatang juga relatif punya kesamaan tindakan ketika mereka merasa dirinya dan kenyamanannya terusik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yg asyik dari buku ini, isu agama yang disatukan dalam jiwa seorang pi. islam, kristen, hindu, smua jadi satu.

      sekalipun dibeberapa titik, saya kadang bosan membacanya. pengaruh puasa kali yah. #pembenaran

      Delete
  4. akhirnya kakak menulis (serius) lagi di blog ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pecah penantiannya, hahah.
      tp masih singkat tuw, malas nulis belum sepeuhnya almarhum.
      need more passion for blogging here. :P

      Delete
  5. semua mahluk pada dasarnya sama , cuma yang membedakan itu akal dan fikiran

    ReplyDelete
  6. sy jga pny bku ini...lumayan isiny :)

    ReplyDelete

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images