Positifkah Komunitasmu?

Beberapa orang hidup dengan seabrek rutinitas kompleks. Sebagai penyeimbang, selalu ada rumah kedua.  Memilih aktif di sejumlah komunitas di luar habitat sehari-hari, salah satu pilihannya. Entah itu dunia maya atau dunia fana di belahan lain. Mencari kawan baru, berbagi informasi tentang hobi, freshing, mencari kebebasan, bisa jadi pelarian dan atau sejumlah alasan lain yang menjadi motivasi mencicip sisi lain di luar sana. Tidak ada salahnya. 

Menyenangkan melihat mereka yang aktif dengan seabrek komunitas positif. Ah, bukan. Saya bahkan iri. Tempat saya saat ini, tidak mendukung untuk bisa aktif di sejumlah komunitas berlatar kesamaan hobi. Dan jadilah, tertawan. Komunitas baru saya -di luar pekerjaan-, sepertinya lebih banyak datang dari dunia maya, sejumlah forum yang ber-irisan dengan hobi dan interest. Dan tentu saja, taste-nya beda. Sangat berbeda malah. Lebih nyaman melihat wujud hidup daripada tuts-tuts keyboard serupa komen. Ya wajar, dalam urusan interaksi humanistik (duh, bahasa apa ini), 4D selalu lebih menyenangkan dibanding 2D. 

Layaknya magnet, ada dua kutub yang senantiasa bertolak belakang, utara-selatan, positif-negatif. Satu tindakan selalu melahirkan akibat, semacam aksi-reaksi. Sangat disayangkan, bahkan komunitas positif pun berpotensi menimbulkan kerugian. Terlalu bersemangat, over aktif, hingga tiba pada titik dimana seseorang lupa dengan habitat awal, lingkup kecil, keluarga/ rumah, apapun itu yang harusnya berhak atas porsi besar tanggung jawab. Kadang disadari, kadang tidak. Stadium empatnya sepertinya berada pada level sadar tapi tidak bisa menemukan jalan pulang. Sarkastiknya terperangkap lingkaran setan. Melenakan. Yah, apa-apa yang berlebih, over dosis, pasti berdampak negatif. 

Pict Source
Mungkin solusi sederhananya kembali ke diri masing-masing. Trust. Jaga kepercayaan orang-orang di sekeliling kita. 
Karena kepercayaan itu prematur. Seperti telur. Sekali ia pecah, akan sulit melindunginya lagi.

Random:
Just a note for me, menegaskan, mengingatkan... 
"kepercayaan butuh pembuktian".


39 komentar:

  1. Ya, tapi lama2 bosan juga. Kadang kalo udah masuk ke suatu komunitas yang meskipun positif, seakan kita juga jadi terikat dengan komunitas itu. Ujung-ujungnya gak bebas ngatur jadwal sendiri, yap malah seperti terperangkap dalam lingkaran setan. #pengalaman. :D

    Sedang-sedang aja sih, lebih baik. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. korban berrti yah? hehehh..
      awalnya cari freshing, belakangan malah jdi bumerang yah? kebablasan bisa jadi lahir karena sejak awal org2 di dalamnya trlihat baik, timbul rasa nyaman, dan yah.. lupa.

      perlu garis tebal keknya, biar jelas batasnya ada dimana

      Delete
    2. iya, apalagi komunitas yang membutuhkan komitmen kita untuk mengabdi dan ikhlas. ada masa jenuh, ada masa semangat. tergantung gimana kitanya berkomitmen. di jogja banyaaaak bgt komunitas, sampai bingung mau ikut yang mana atau semua ingin diikutin XD

      Delete
    3. wih, asyikk.. ikuut..ikutt..
      yg penting porsinya jelas, las,las. :)

      Delete
  2. setuju, bahwa kepercayaan itu mahal harganya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. susah dicari, tp paling gampang hilang. seperti cermin. sekali pecah, braakk.. tamat

      Delete
  3. Hihi, dulu... dulu sekali saya adalah pecandu komunitas. suka aktif dimana saja, tapi tetap menjaga biar tidak terikat. ya memang sih bikin ketagihan, ada kebersamaan yang (entahlah) bersifat "saat itu saja". Terlihat punya banyak teman, tapi kalo dasarnya introvert ya introvert saja. haha :p

    Tentang kepercayaan, akh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadinya hanya sekedar kawan, bukan benar2 sahabat. sy sudah bnyak liat kawan yg kemna2 sllu sma, berbagi barang atau kesukaan. tp saat sedih, mereka tdk benar2 sling mengisi. bukan penyembuh bagi yg lain, atau sekedar peringan beban. introvert ya introvert sja. hahahh

      ehm, what happen dengn kepercayaan??

      Delete
  4. Saya masih aktif mbak disebuah komunitas pemuda, memang rada berbau keagamaan gitu, tapi menyenangkan sekali :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo komunitas keagamaan, hukumnya wajib itu. salut.

      klo bukan qt yg cari siapa lgi? apalgi klo dah lepas sekolah ato dah lulus kuliah, makin tua makin sedikit sumber pembelajaran agama yg siap sedia klo bukan qt yg cari

      Delete
  5. wah tulisan yang bagus buat pengingat @@
    thank u

    ReplyDelete
    Replies
    1. just a note. bagus klo bisa bermanfaat jg bgi yg lain. :)

      Delete
  6. Saya selalu ingat Tuhan kalau beraktivitas di komunitas. Jadi pasti memperlakukan "kepercayaan/ Trust" dari seseorang untuk kita lebih baik, tidak lupa habitat awal :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. slamat..slamaatt.. :)
      mmg harusnya sih, mas

      Delete
  7. bergabung dlm sebuah komunitas menurut saya adalah sebuah pilihan. kalo merasa nyaman ya dilanjutkan, tapi sebaliknya jika tak sesuai hati nurani, menjauh kayaknya lebih membuat hati tenang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mbak. apa2 di dunia yg ini adalh pilihan, bahkan tdk memilih pun adalah pilihan. yg bikin nyaman, tdk bawa embel2 mudharat, itu sudah. jdi benar iklan di tipi, waspadalaah..waspadalah..

      Delete
  8. Begitu banyaknya komunitas didunia maya. Tapi begitu kita asik didalamnya, kita malah lupa dengan lingkungan sekitar. Inilah yang harus dihindari. oke, jangan lupa ke blog ku ya http://www.catatanyuki.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak yg tahu tp sesi melenakan itu ttp ada.
      saling mengingatkan...

      Delete
  9. komunitas...

    pulang kantor langsung masuk kamar, habis itu berselancar di dunia maya, saya sih masih cari-cari mau ke komunitas mana, soalnya kerjaan nyambi interaksi di dunia maya aja udah lumayan menyita waktu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, dunianya sekamar-kamar itu dungz (istilah apa pulak ini?? :P)
      nyambi dumay dimane buuw? bagi twitter dungz.

      Delete
  10. jadi ambil tengah-tengahnya aja y mbak? "yang sedang-sedang saja"
    *goyang jempol* :D

    ReplyDelete
  11. artinya... bagaimana kita ttp bisa sadar.. berpijak dimana saat kita beraktifitas, luar, dalam.. semua sama :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul..., betuul..., betuuull... :)

      Delete
  12. komunitas saya hanya di dunia maya *hiks*

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama aeee... :)
      apapun komunitasnya, asal positifnya dapat, batasannya jelas, amanlahh. :)

      Delete
  13. hmm kalau sudah overdosis memang selalu berefek buruk ya kak. tapi beberapa tulisan di 2013 ini sepertinya kakak menjadi penulis dengan tulisan yang ringkas tapi padat ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ringkas tp padat? sy nulis sesukanya sja, se-insidentalnya pikiran ssat hadir. #eaa

      Delete
  14. Saya sudah lama tidak jalan2 kesini, saya absen cuma ngasih komen saja ya.... baca isinya ntar saja..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. duasaaarr.. ngabsen doang euyy..

      Delete
    2. Makanya kasih saya permen, ntar sya baca..hahaha

      Delete
  15. kunjungn perdana...izin nyimak. d tunggu kunjungan, follow dan komentar blikny :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga betah, mas.
      silahkan..silahkan..

      Delete
  16. Suka sama quote: Karena kepercayaan itu prematur. Seperti telur. Sekali ia pecah, akan sulit melindunginya lagi.

    Yup, kepercayaan memang memerlukan pembuktian.

    Eh, Aci tinggalnya di Enrekang mana kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. catatan plus pengingat buat sya itu.


      sy di anggeraja, mbak niar.

      Delete
  17. ga ikut kegiatan jelek, akhirnya mikir jelek. banyak kegiatan pun jelek, bisa lupa waktu. yang bagus ya proporsional, seperti yang ente bilang. yang jelas, itu butuh kepercayaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. betull, gda kegiatan juga potensi "jelek"nya besar. sama2 belajar yg proporsional sj lah qt. :)

      salam kenal. bru tersesat keknya ni. :)

      Delete
  18. aku kagak pernah ikut komunitas, tapi terkadang suka ditawarin, tp males soalnya udah sibuk sama kegiatan kuliah + kerja, mending juga istirahat & kalau punya waktu luang, main sama orang sekitar rumah alias bersosialisasi dengan orang deket terlebih dahulu, jauh lebih menyenangkan :)

    ReplyDelete
  19. Yang penting tuh g berlebihan! hehe di tunggu kunjungan baliknya.

    ReplyDelete

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images