Self Healing Program dengan Smoothie

Sepertinya semua akan setuju bila dikatakan bahwa kesehatan adalah prioritas utama yang paling sering terlupakan. Menjaganya tidak se-awas mengejar deadline pekerjaan. Persoalan asupan makanan misalnya. Banyak dari kita, orientasi dasarnya hanya makan untuk kenyang, bukan seberapa tepat pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Termasuk saya. Sejak lepas pendidikan kedinasan, praktis pola makan saya berantakan. Dari yang jam makan dan asupan makanan teratur sesuai jadwal juga tepat sesuai porsinya, bergeser menjadi serampangan, tidak teratur, tanpa sama sekali memperhatikan kandungan dalam bahan makanan yang dikonsumsi. Semua jenis makanan halal yang ada di depan mata, asal bukan ikan air tawar dan beberapa jenis jamur tertentu, pasti di-embat. Cinta mati pada seafood, makanan pedas, gorengan dan cemilan lainnya. :)

Lucunya meski pola makannya serampangan dan pemakan segala, berat badan susah naik. Spesies ectomorph kata orang, yang katanya even makannya naudzubillah, badannya segitu-gitu saja. Dan bagian paling tidak nyamannya, maag masih tidak kompromi dan alergi mulai menetap. Mengonsumsi sedikit saja ayam negeri ataupun makanan yang mengandung telur, tubuh langsung bereaksi, muka gatal-gatal dan memerah. Surely uncomfortable. Bagi pecinta wisata kuliner, alergi makanan yang semakin intens benar-benar mimpi buruk. Positifnya, gegara alergi setidaknya keinginan saya untuk memperbaiki pola makan mulai muncul. Mulailah saya menengok smoothie.

My very first smoothie.
Mungkin ada yang bertanya-tanya, lalu kenapa harus smoothie? 
Keputusan mulai mengonsumsi smoothie sebenarnya bermula dari curhat colongan tentang alergi yang tak kunjung almarhum sama si "mamak kucing", ujung-ujungnya dikasi contekan buat obrak-abrik website Kristina Carrillo, gadis muda yang dinyatakan sembuh dari penyakit hiperglukemia atau diabetes setelah mengubah pola makannya secara ekstrim, dengan hanya mengonsumsi buah dan sayuran mentah. Wow. Bukan berarti saya juga tertarik migrasi pola makan seperti Kristina, seafood itu surgaaa booo.. Saya lebih prefer ke healing power dengan memaksimalkan manfaat buah dan sayur. Rupanya hal ini sejalan dengan pandangan Hiromi Sinya, MD, salah seorang guru besar kedokteran Albert Einstein Collage of Medical yang juga spesialis endoskopi gastrointestinal (lambung dan usus). Dalam bukunya "The Miracle of enzyme", beliau menyebutkan :
"Seseorang yang sehat memiliki karakteristik lambung dan usus yang baik sementara karakteristik seseorang yang tidak sehat biasanya buruk. Nyata terlihat bahwa menjaga karakteristik lambung dan usus dengan baik berhubungan langsung dengan menjaga kesehatan seseorang secara keseluruhan"
Tubuh tergantung pada penyerapan makanan dan air pada sistem pencernaan. Jika kualitas makanan dan airnya buruk, sistem pencernaan kitalah yang menderita pertama kali. Tidak peduli betapapun buruknya bahan-bahan penyusun itu, sel-sel hanya dapat menggunakan bahan-bahan yang dikirimkan tersebut untuk membentuk sel-sel baru. Bisa dibayangkan, jika bahannya saja sehat, tentu saja healing powernya akan lebih maksimal. Jadi sangat tepat bahwa kualitas makanan dan minuman menentukan kesehatan seluruh tubuh.

Buku yang sama menyebutkan bahwa selain pola makan, pola hidup juga menentukan kualitas kesehatan seseorang. Hal-hal seperti makanan, air, olahraga, tidur, dan stres. Kelima hal tersebut adalah penentu utama kondisi asam dalam tubuh. Kena lagi saya, pola makan serampangan, olahraganya nol, manusia nocturnal yang sering terjebak insomnia dan mungkin juga stres. Melumat lembar demi lembar buku dr Sinya, sukses memunculkan asumsi bahwa alergi saya mulai menetap berkaitan dengan kondisi tubuh yang cenderung asam. Saya tetiba merasa bersalah pada mamak kucing yang sudah jauh-jauh hari menghadiahkan buku bagus tetapi dibiarkan tanpa dikhatamkan.

Dari asumsi awal, membuat saya semakin penasaran dan mulai intens membaca-baca literatur termasuk artikel-artikel random di mesin pencari google. Lampu hijau pertama, ternyata kondisi tubuh yang asam bisa diseimbangkan dengan memenuhi kebutuhan kalsium tubuh. Dan voila fellas, ternyata kalsium dalam jumlah besar juga bisa diperoleh dari buah dan sayur, bayam dan seledri misalnya.


Lalu kenapa harus smoothie?
Sebenarnya tidak ada alasan khusus, bila yang dipertanyakan adalah takaran vitaminnya, maka jawabnya jus dan smoothie sama saja, yang membedakan adalah kandungan serat. Jus yang tidak berampas tentu saja rendah kandungan seratnya, berbeda dengan smoothie, kandungan seratnya lebih banyak sebab semua bagian buah dan sayur dikonsumsi. Memilih smoothie, bisa jadi karena alasan kepraktisan. Buah merangsang pembuangan racun dan asam dalam tubuh, sedangkan sayuran menenangkan saraf yang letih dan membuang racun. Jadi manfaat buah dan sayur dapat diperoleh dalam sekali blend dan konsumsi. Lagi pula, tekstur halus setelah blend membuat penyerapan lebih maksimal.

Apel + Pisang + Bunga kol + Tomat + jeruk nipis

Beberapa catatan umum dari kebiasaan nge-smoothie beberapa waktu belakangan, saya rangkum disini :
  1. Smoothie yang baik adalah "Green smoothie", artinya campuran antara sayuran dan buah dengan perbandingan 3 : 2, 60% sayuran dan 40% buah. Bagi pemula sebaiknya perlahan-lahan saja, 60% buah dan 40% sayur, lalu 50 : 50 dan porsi yang tepat setelahnya. Setidaknya  ada rentang waktu untuk membiasakan diri dengan bau langu dari sayuran. Hal ini perlu menjadi perhatian, jangan sampai niat mencicipi pola hidup sehat direm mendadak gegara ampun duluan dengan sayuran dan buahnya. 
  2. Smoothie sebaiknya dikonsumsi "pure" atau tanpa tambahan gula, semacam "clean eating". Bila ingin manis, bisa diganti dengan madu atau kurma. Untuk lidah saya, sepertinya lebih bisa berdamai dengan kurma. Madu feelnya rada aneh apalagi setelah bercampur sayuran.
  3. Beberapa sayuran yang mengandung kalsium seperti brokoli, bunga kol dan sepupu-sepupunya juga mengandung oksalat yang tinggi. Oksalat ini kadang tidak cocok dengan penderita maag, solusinya kadar oksalat bisa diturunkan melalui peningkatan suhu. Jadi untuk sayuran jenis tersebut, biasanya saya masak/ kukus dulu dan dibekukan. Pas butuh tinggal comot dan blend.
  4. Smoothie setelah diblend harus langsung dikonsumsi, untuk menghindari oksidasi. Percuma sudah nge-blend kalau zat-zat penting didalamnya sudah teroksidasi.
  5. Smoothie tetap harus dikunyah sebelum ditelan, agar ptialin dalam rongga mulut tetap bekerja. Dan jangan lupa kebutuhan air setiap harinya, mengonsumsi smoothie tanpa memperhatikan kebutuhan air untuk tubuh, malah bisa berakibat simbelit. Sebab serat butuh air untuk bisa diserap sempurna oleh lambung.
  6. Bagi saya yang lagi fight dengan maag, smoothie membantu perut "lebih siap" dijejali makanan selanjutnya. Kalau biasanya bangun pagi rutin minum teh, perlahan kebiasaan tersebut tersubsitusi dengan smoothie. Smoothie lebih efektif dikonsumsi saat perut kosong di pagi hari.
  7. Hati-hati saat menambahkan rambutan sebagai resep smoothie. Rambutan yang baik untuk smoothie adalah yang masaknya pas, means kadar air dalam buahnya masih bagus. Rambutan yang terlalu masak mengandung alkohol yang tidak baik untuk maag, ditandai dengan kulit buah berwarna merah kehitaman dengan air buah yang banyak. 
  8. Smoothie bukan pengganti makanan. Beberapa orang salah menyangka saya rajin smoothie karena diet pengen kurus. Big No. Target bb ideal saya di 53 - 55 kg, sampai sekarang malah masih fight, masih butuh 6 - 8 kg untuk kesana. Tapi katanya smoothie memang bisa juga untuk menurunkan berat badan. Caranya cukup mengganti apel biasa dengan apel hijau. Selama mengonsumsi smoothie, alhamdulillah kebiasaan makan saya masih naudzubillah. ^^ Hanya saja pelumas mesin penggiling di lambung saya sudah aman jadi perut bisa lebih berdamai dengan makanan apapun. Badan bawaannya segar. Next resolution, belajar food combaining.
Beberapa "Morning Socking Smoothie Bomb" yang sempat saya coba.

Sebenarnya saya tidak berani mengatakan kalau beberapa resep smoothie diatas sudah tepat. Pernah sekali saya mencoba resep "sebelah kanan bawah", tepat ketika insomnia saya kumat, tidur cuman sejam lepas subuh. Bangun-bangun langsung nge-blend sirsak, rambutan, bayam, dan seledri. Tahu-tahunya di kantor bawaannya super lemas, padahal biasanya saya masih bisa ON asal sempat tidur sedikit saja. Entah karena pengaruh insomnia atau salah resep smoothie, tapi sirsak memang efektif menurunkan tekanan darah. Gegara pengalaman tempo hari hari, saya mulai berhati-hati mencampur buah. Malah sempat mengonsumsi "plain smoothie", 1 jenis saja, wortel misalnya. Untuk ramuan andalan, saya masih betah di apel + buah naga + bayam + seledri + jeruk nipis. 

Last but not a least
Berikut beberapa resep smoothie yang katanya "worth it" menurut mbah google :

3 Tangkai Kangkung + 4 Tangkai Selada + 1 Genggam Bayam + 1/2 Buah Lemon + 2 Apel

1 Cup kangkung + 1 Cup bayam + 1/2 Cup Nanas + 2 Apel + Daun Mint

Mangga + Pokchoy + Jeruk Nipis + Air Mineral

1/2 Pokchoy + 1 Mentimun + 1 Apel + 2 batang Seledri + Lemon + 1 cm Jahe

1 Lemon + 2 Apel + 1 cm Jahe + 6 Batang Seledri + 1 Mentimun + 2 Genggam Bayam


Untuk saat ini, hampir setiap pagi saya nge-smoothie. Sesekali ketika buru-buru atau stok buah dan sayur sedang kosong, saya menggantinya dengan nutrishake. Kandungannya kaya protein, omega 3 dan 6, dan juga tinggi serat. Bolehlah sebagai pengganti smoothie.


Semoga saja kebiasaan positif semacam ini bisa menetap. Dan well, saya berharap ada kawan dari background gizi yang tersesat dan berkenan meluruskan catatan-catatan saya di post ini. 

#hanamasa
#bumiaccilong
#selfhealingprogram

17 komentar:

  1. Kesehatan yang paling itama dari setiap orang, ingat bahwa yang alami itu lebih baik daripada obat. Mencegah lebih baik dari mengobati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat. Iji salah satu alasan kenapa pilih smoothie buah dan sayur.

      Delete
  2. Enak ya nge-smoothie. Tapi boros ga sih ? Kan harus bolak - balik beli buah dan sayur setiap hari.

    Ada ga ya resep smoothie on budget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga sih, kudu merogoh kocek tp nda sampe jebol juga sih. Hahah. Untungnya buah di t4 sya lumayan murah, cari yg lagi musim ae. Demi hidup sehat ini mah.

      Delete
  3. saya sekarang malah berat badan tidak bisa dikontrol,
    makan banyak, berat badan tambah naik,
    enak seperti mbak euy, "enggak bisa gemuk"...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak gerak mas, biar metabolisme lancar.
      Rada lucu kasi saran cak itu dri orang yg olahraganya nol. Hahahaha.

      Kyknya justru cocok tuw dibiasain nge-smoothie. Bisa pake apel ijo, kalorinya lebih sedikit.

      Delete
  4. Hai mba. Makasih idenya. Beberapa kali mau nyoba smoothie tapi gagal. Kayaknya tekad harus bulat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai juga. Demi hidup sehat, dibela2in ini mah. Kuat2an sama bau langu sayuran.

      Delete
  5. Salut ih mba ... Aku blm pernah klo kangkung.
    Pernah nyoba coldpress, yg ada buahnya enak seger. Tapi yg green smoothie, agak gimana gitu hehe.
    Aku mau rutin smoothie, bikin sndiri tapi perbayian blm kelar, bentar lagiii...
    Mbaa, aku masukin di list friend jugaaa ya nanti ^^ salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kangkung juga belum pernah coba saia, fight di bayam, seledri, sama sawi doang. Coldpress belum pernah saia. Infus water palingan yg sudah. Lumayan enak juga di badan.

      Smoothie cucok itu untuk buibu pasca lahiran dan busui. Buyuh zat besi plus2. Dicoba gih mba. :)

      Delete
  6. Wah. Bisa dikata dirimu sangat menikmatinya Aci.
    Rangkuman poin 1-8 itu bukti trial error mu. Haha..
    Boleh lah, saya juga bakalan mencoba.

    Postingan yahut!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pelarianku kapang ini bah. Positifnya z nikmatiji, termasuk triel error mi iyya. Pernah sekali z malas nge smoothie, ganti ngemil buah dan sayur. Sayurnya pke sawi mentah. Enak sih enak, tpi deeh nda berenti orang kentut2. Trial n error paling parahmi itu. Hahahha.

      Cobami, bawaannya enak di badan. Trust me.

      Delete
    2. Nutrisi juga ada baiknya diimbangi sama gerakan kayaknya deh.
      Karena badan pada dasarnya diciptakan untuk bergerak.

      Delete
    3. senam lantai plus yoga abal2, bisa masuk hitungan mi ding. hahahha

      Delete
  7. Iuuhhh gw gak suka smoothie. Lebih suka yang natural aja. Makan buahnya langsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba dulu gih. Hahahha..
      Lama2 bisa damai koq sma bau langu sayuran.

      Delete
  8. Wah seru ya nyobain smoothie. Kayaknya juga bagus buat diet, sehat lagi.

    ReplyDelete

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images

Blogger Perempuan