What's on your mind?

Kalau dipikir-pikir, sepertinya salah satu penyakit dari blogger musiman yang ingin bangkit dari mati suri adalah jatuh bangun mengubek-ubek isi kepala yang entah karena terlalu kusut atau memang sedang kosong sehingga sulit menemukan mana ujung mana pangkal. Bermimpi berjalan di koridor yang tepat tapi pintu depan saja belum ketemu. Entah bagi orang lain, tapi untuk kepala yang ini sepertinya selalu begitu. Lagi-lagi tertawan rutinitas, lagi-lagi dilenakan keseharian. Tak salah kata orang kebanyakan, stabil dan stagnan itu cuma beda tipis. Terlalu tipis untuk bisa membedakan kalau ternyata sekarang sedang stagnan. 





Lucunya, setiap bertemu dengan keinginan bisa khusuk nge-blog, selalu saja seolah-olah ada yang menghipnotis saya untuk mengais-ngais memori, mencari adakah yang bisa dibagi untuk menjadi sebuah tulisan di rumah yang ini. Sering kali lupa bahwa memandang sekitar sebenarnya memberi kans yang lebih besar untuk menemukan hal-hal yang lebih menarik untuk ditulis. Kalau sudah begini, kadang kesimpulan paling "mbuh" akan berujung pada : "Mungkin ini yang disebut suka hidup dalam pikiran sendiri". Parahnya, ini tumbuh subur dan mekar menjadi semacam obsesif compulsif. Kepala ini selalu mengomandoi untuk mencari apa yang saya punya, apa yang sudah ada, mencari ke dalam dulu, opsi melihat keluar baru belakangan. 

Kali ini pun begitu. Lagi-lagi random yang pegang kendali. Kepala yang ini tak serapi manivest versi "inside out" bahwa manusia adalah ruang kontrol yang dikomandoi oleh avatar joy, sadness, fear, disgust dan anger yang setiap saat bertukar posisi agar tetap kondusif. Lalu ada bentukan lain yang selalu memegang peranan penting, kenangan. Kalau kata Joy, bagian terpenting dari semua kenangan adalah "pure memory" yang bisa mejadi tameng kuat yang baik untuk manusia. Menjadi vaksin agar "si manusia" tetap jadi pribadi baik. Tapi bukankah apa yang menjadi kekuatan biasanya juga menjadi kelemahan di saat yang bersamaan. Contoh paling riil keluarga, selalu jadi kekuatan dan kelemahan di saat yang bersamaan. Jadi saya kurang percaya kalau pure memory bisa selalu berakhir dengan konotasi positif. 

Dalam ranah ilmiah, bisa jadi avatar joy, sadness, fear, disgust dan anger adalah unconscious mind, alam bawah sadar yang selalu bergerak meski tidak sinergi dengan alam sadar. Meski begitu dia selalu saja punya cara tersendiri untuk berkomunikasi dengan alam sadar. Menulis, salah satunya. Sesibuk-sibuknya jejari mengetuk tuts untuk postingan ini pun harusnya adalah salah satu cara bagi keduanya untuk berkomunikasi. Kalau biasanya malam katanya ruang bagi sufistik untuk menampakkan diri, di detik saya ingin khusuk nge-blog, kepala yang ini, bukannya sufistik, malah sedang random-randomnya merekap keinginan-keinginan fana yang tak kunjung kelar..

  • tentang keinginan punya peta konstelasi bintang ukuran jumbo, dengan 88 rasi lengkap, biar bisa dibingkai rapi, pajang di kamar.
  • tentang buku ensiklopedia astronomi yang isinya lengkap, termasuk kisah mitologi di belakang setiap rasi.
  • Kepingin ngerasain sensasi main budgee jumping
  • Punya puzzle 1000 pieces dari foto sendiri dengan tema retro ato hitam putih.
  • Punya kebun kaktus dan secculent tepat di luar jendela kamar
Hmm... sepertinya saya memahami satu hal. Menulis seperti ini tanpa sadar telah mengurai selembar benang kusut dari unconscious mind seorang blogger musiman yang ingin bangkit dari mati suri. Walaupun ujung benang kusut itu hanyalah sejumlah keinginan abstrak yang tak kunjung kelar. Lol
Have a good night, dear you!!

10 komentar:

  1. Kadang postingan yang random-random bercerita lebih banyak. Bisa dibaca lagi dan lagi, lol

    ReplyDelete
  2. Sekaligus bercerita betapa runyamnya kepala yg merindui khusuk ngeblog. Lol

    ReplyDelete
  3. iya..nulis itu mengurai benang kusut...dan melupakan sejenak kesibukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mugi2 sya bisa istiqamah dimaree biar kepala dak kusut, bersih dari sampah2 yg menggunung. 😁😁

      Delete
  4. Mengaminkan kepingin-kepinginnya Aci ...
    Sudah lama sekali ya saya tidak ke sini ... waktu baca nama Aci di kolom komentar, saya mengingat2 dulu ... rasanya pernah akrab dengan nama itu ... dan ... aah ini dia rupanya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saking lamanya ya bun. Kepala bahkan amnesia. Hahahah..
      Blogger terkenal mah gitu, banyak dudumi temannya, wajar lupa2 ingat. Apalagi sy lebih sering hiatus ketimbang serius menjejak dimaree

      Delete
    2. Saking lamanya ya bun. Kepala bahkan amnesia. Hahahah..
      Blogger terkenal mah gitu, banyak dudumi temannya, wajar lupa2 ingat. Apalagi sy lebih sering hiatus ketimbang serius menjejak dimaree

      Delete
  5. Uraian benang kusut itu pun sampai pada menghasilkan diksi yang bagus seperti post ini (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mendadak bingung dah klo ada yg blg diksinya bagus. Hahahaa..

      Anyway salam kenaal sizt.. 😊😊

      Delete
    2. Hihi..say hello dari sini mbak, salam kenal juga :D

      Delete

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images