Absurditas

Hidup terus berjalan, dan aku mulai bosan. Seperti garis lurus, berpangkal pada sebuah titik dan berakhir pada titik yang lain. Pangkalnya ada kelahiran dan ujungnya adalah kematian. Terlepas itu kematian secara harfiah atau justru kematian jiwa, sesuatu yang kita sebut soul! Tapi aku mulai bosan. Semuanya terlalu monoton. Sangat absonan jika kita hanya menganggap hal itu sebagai ketentuan yang memang harus dijalani.
Kita memilih hidup, menjalani hidup dan berkolaborasi dengannya, entah dengan lebih banyak tawa atau lebih banyak air mata. Di usiaku sekarang, aku beranggapan hidup hanya sekedar jerat yang terkemuflase oleh hiruk-pikuk keduniawian. Aku merasa belum melakukan banyak hal, dan aku tidak mau itu. Kelak, aku ingin dikenang dengan pemikiran dan terobosan yang telah kulakukan. Tetapi dengan begini, hidup hanya sekedar jajaran rutinitas yang perlahan mengusik hingga sangat memuakkan. Semua yang terjadi hanya keseharian yang itu-itu saja. Statis dan monoton. Menyebalkan!!! Aku benar-benar mati, bermain, menikmati hidup dan tidak pernah sadar telah dipermainkan oleh hidup.
Tantangan, aku ingin hidup dengan tantangan dan menaklukkannya, seperti layaknya Sisifus. Mungkin terdengar aneh, tapi bukankah menyenangkan ketika adrenalin terpacu dan semua kepogahan materil itu bertekuk lutut di bawah kakimu. Kupikir kaupun akan menikmati nuansa semacam itu. Semacam euforia yang mengekor di setiap langkahmu. Ada rasa yang begitu besar menyuruhku menemukan itu. Sesuatu yang baru, sesuatu yang bisa memeras otakku, menguras keringatku. Sesuatu yang tidak ku tahu pasti tapi aku begitu menginginkannya. Teramat sangat hingga menjejaliku dengan sesuatu yang terasa begitu menekan. Sesuatu yang berbeda. Ini absurd!! Aku merasa, aku sedang ditunggu untuk sebuah perjalanan, ya.... perjalanan. Sesuatu yang tidak bisa kulukiskan tapi begitu menginginkannya. Mungkin, perjalanan itu, perjalanan menemukan diriku yang sebenarnya. Aku sungguh tidak tahu apa yang kucari tapi desakan itu sangat kuat. Sesuatu yang bisa melawan semua kebencian, kesesakan dan pikiran-pikiran brutalku. Sungguh entah rasa apa yang begitu sesak di dadaku saat ini. Mataku masih terlalu kabur, juga hatiku masih terlalu labil kurasa.
Hm, mungkin bias dibilang, aku mencari matahari, hangat yang menuntunku pada cahaya. Sesuatu yang tidak absurd, tidak absonan, sesuatu yang nyata dan sangat meyakinkan. Aku begitu ingin tahu banyak hal, tahu banyak tentang absurditas prilaku, sesuatu yang begitu... ya... semacamnya. Rasa-rasanya setiap mili darahku penuh adrenalin yang meletup-letup.

0 komentar:

Post a Comment

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images