Kita versus Korupsi

Headline news hari ini : 
Nunun Nurbaeti diganjar hukuman pidana penjara 2 tahun 6 bulan, denda Rp 150 juta, subsidair 3 bulan penjara, terkait kasus suap pemenangan Miranda S. Goeltom sebagai DGSBI 2004. 

Sebelumnya, 20 April kemarin, Nazarudin sudah lebih dahulu divonis 4 tahun 10 bulan penjara, denda Rp. 200 juta, subsidair 4 bulan penjara setelah terbukti bersalah menerima suap dari PT Duta Graha Indah Tbk terkait pemenangan tender dalam pembangunan wisma atlet. 

Apa saya sedang membandingkan keduanya?  
Tidak. Saya hanya sedang miris.  Perlahan tapi pasti KPK membuktikan kinerjanya. Pangkal menjumpai ujung, satu persatu kasus korupsi menemui titik terang, menampakkan hasil menggembirakan sekaligus membuat trenyuh. Dari dua kasus korupsi di atas, seperti gunung es, satu per satu menyeret nama-nama pembesar lainnya yang terlibat. Kita digiring pada kenyataan bahwa sudah begitu banyak pembesar negeri ini yang terlilit kasus korupsi. Dan lucunya akarnya ada di Dewan negeri ini, institusi yang notabene perwujudan riil keberadaan rakyat di pemerintahan. Diakui KPK, untuk Januari - April 2012 saja, terdapat 15 kasus, 12 diantaranya adalah kasus korupsi, 6 diantaranya melibatkan anggota dewan (DPR RI dan DPRD). Sisanya melibatkan Kepala Daerah dan Pejabat Negara. Omigooott.. Jadi tidak perlu heran bila kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga semakin berkurang.

Sumber gambar
Kalau dipikir-pikir, pangkal kasus ini sangat sederhana. Ketidakpuasan. Sudah sifat dasar manusia yang menginginkan kenyamanan-kenyamanan praktis yang melenakan. Saya, anda, dan siapapun di luar sana punya keinginan untuk sejahtera lahir dan batin. Keinginan yang kadang menjadi perangkap tidak sadar untuk memilih jalan yang tidak tepat demi mendapatkannya. Dan sepertinya, manusia lebih sering terperangkap dan sulit lepas dari kenyamanan-kenyamanan secara lahiriah, secara materi. Manusia terlalu sering lupa bersyukur, terlalu sering lupa Tuhan dan kenyataan bahwa ada suatu hari saat semua perbuatan dimintai pertanggungjawaban. 

Stop, saya tidak berkompeten meneruskan ini. Tahu diri, saya bukan orang yang lebih baik dari orang-orang di luar sana. Setidaknya saya menyadari satu hal, 
Pencapaian fisik tidak selalu berbanding lurus dengan kepuasan batin, terutama bagi mereka yang tidak ber-Tuhan.


# Qoute yang sama dengan postingan sebelumnya.
Pengingat bagi saya dan siapapun di luar sana.


42 komentar:

  1. Ane dari dulu mikir gimana kalo ane di posisi mereka? Apakah ane akan tergiur korupsi juga? Korupsi2 kecil kita lakuin stiap hari, kan? Apa itu? Bentar ane mikir lagi! :-P

    ReplyDelete
    Replies
    1. kekuasaan adalah cobaan, kudu hati2 dari sekg masbro.
      setiap hri qta belajar korupsi, korupsi waktu tepatnya. ngeri juga kalo jadi kebiasaan tanpa tau situasi. ada loh korupsi waktu yg bagus. mengerjakan smuanya sbelum deadline, sisa waktunya bisa buat leha2. optimalisasi semacam itu masih korupsi semu kan yah?

      Delete
  2. Ya, pengingat untuk calon penerus 'cerita' bangsa !!

    ReplyDelete
  3. ngebahas korupsi emang tiada akhirnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. setidaknya, saat ngebahas ini, qt bisa kembalikan ke diri qt sendiri mbak'e. buat pengingat, ada bnyak kepentingan rakyat/ orng lain yg dipertaruhkan disana, neraka pula ganjarannya. Naudzubillah..

      Delete
  4. PR kasus2 yg lain masih banyak yg juga harus di tuntas kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. PR yang tak habis2nya yah, mas. ngeri juga klo negeri qt dicap bobrok. apa mmg bobrok? bobrok terselubung? ckckckk

      Delete
  5. Kita merindukan wakil rakyat yang care dan punya kepekaan sosial, bukan pemuja hedonisme dan egoisme, kepentingan pribadi dan golongan. Kita menginginkan pimpinan yang mampu memberikan contoh yang baik dan positif, bukan membangun tembok atau jarak, yang pada akhirnya membuat rakyat apatis. #Numpang demo :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aktifis keknya nih. hahahhah..

      yoha, san. qt butuh pengayom, bukan yg berjiwa penguasa tp berjiwa rakyat, utuh. saya masih optimis sampe hari ini.

      Delete
  6. Dulu saat kasus gayus, Saya paling tidak suka jika ada orang yang mengedit2 gambarnya lalu memasangnya di uang, atau di wajah tukang becak, dan sejenisnya. seakan menghinakannya, tanpa malu dengan aib sendiri. Ah, miris rasanya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. berita yg lagi hot biasanya mmg laku di psaran. lucunya di indonesia, tdk peduli pelakunya baik apa buruk, klo dah heboh pasti sangat menguntungkan klo jdi komoditas. apa ini kultur qt?

      Delete
  7. Pencapaian fisik tidak selalu berbanding lurus dengan kepuasan batin, terutama bagi mereka yang tidak ber-Tuhan..saya setuju dengan kalimat ini...yang utama adalah selalu bersyukur kepada ALLAH atas segala nikmat dan rezeki yang telah diberikan-NYA :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, mas. satu2nya pembatas diri ya itu td, sang pencipta. sayangnya qt manusia sering kali lupa. harus sering2 saling mengingatkan keknya.

      Delete
  8. Sifat manusia emang kaya gitu ya, standar puas itu gak terbatas. Mungkin korupsi udah memang udah jadi budaya kali ya. Miris.

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo liat fakta dari pemberitaan2 media skg ini. saya takut kalo sampai mengangguk dan mengakui. mugi2 bukan dah, hanya bukti ketidaksempurnaan manusia yg sring khilaf. ngeri euy klo itu sdh jadi kultur. naudzubillah..

      Delete
  9. Kita sebenarnya juga sering korupsi untuk soal waktu. Terutama orang yang bekerja dan orang yang sedang menjalani pendidikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah. tp sepertinya untuk beberapa keadaan, kadang korupsi boleh loh. misal, korupsi waktunya kejar target sebelum deadline, biar sisa waktunya bisa leha2, itu halal kan yah? :) selama tdak mengganggu zona nyaman org lain dan tdk memunculkan konflik kepentingan sepertinya boleh2 saja.

      Delete
  10. korupsi lagi korupsi lagi.. :D ennek deh sy denernya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, kagak almarhum2 juga si korupsi ni, mas. :)

      Delete
  11. mampir kesini lagi sambil lìhat2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sok aee mas, mugi2 nemu yg positif.

      Delete
  12. saya yakin mereka Bertuhan,tapi belum tahu & sadar akan makna adanya Tuhan
    Ya apa pun yg mereka lakukan,akan menerima balasan'a diakhirat nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. wallahu alam, mas. buat pengingat untuk saya sja itu.
      jangan sampe terlupa dan terjerumus. akhirat sudah pasti menunggu dgn smua konsekuensinya.

      Delete
  13. wah Quote nya frontal banget :)

    mudah2an KPK sesuai harapan masyarakat

    ReplyDelete
    Replies
    1. frontal gimana maskudnya, mbak? :)

      em, klo KPK yg sekrang, sepertinya harapan saya besar dah. Pak Abraham samad kelihatannya kerja keras, pencapaiannya cukup lumayan, mugi2 beliau tetap dalam bimbingan sang pencipta.

      Delete
  14. salam super sahabat,
    tetap semangat dan sukses selalu ya
    ditunggu kunjungan baliknya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih juga kunjungannya pak boz. :p

      Delete
  15. dengan demikian, semoga kita (termasuk keluarga dan para sahabat) tidak mudah terjebak dalam segala hal yang bernama korupsi ini ya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiinn..

      sambil doa, mugi2 korupsi waktu plus kabur dari kantor klo sya lgi bete, dak jdi kebiasan. cmiiiww.. hihihi

      Delete
  16. Semoga dengan niat yang baik serta mengucapkan Bismillah kita terhindar dari yang namanya Korupsi. Merdeka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. beh, mendadak orator pak? hehehhe

      Delete
  17. Sulit bagi kita untuk mengetahui bagaimana kondisi nyata yang mereka hadapi karena kita ndak pernah ada diposisi mereka, tapi yang pasti banyak peluang dan godaan untuk melakukan korupsi saat menjadi petinggi di negeri ini. Tapi apapun alasannya, seharusnya mereka sadar dan tahu bahwa korupsi yang mereka lakukan sangat merugikan bangsa ini. Naudzubullah min dzalik, kalo duit panas gitu kalo dimakan kan jadi api :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mas, setiap org punya keinginan untuk sejahtera dan perangkap manisnya korupsi, ada disana. potensial mengena setiap org. naudzubillah.. mesti siapkan tameng dari hal terkecil. :)

      Delete
  18. mirinya dari bacaan in yang juga bisa saya tangkap ialah rendahnya hukuman yang diberikan. sehingga kurang memberikan rasa jera.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar skli. sekian banyak harta negara + rakyat yg diembat, hukumannya malah seupil.

      Delete
  19. benar sekali, pencapaian fisik tidak selalu berbanding lurus dengan kepuasan bati, terutama bagi mereka yang menjauh dari Tuhan...

    ReplyDelete
  20. saya pernah dapat istilah kalimat tentang "Jika yang dewasa tidak memberikan contoh yang baik, maka yang kecil juga tidak baik, begitu pula sebaliknya."

    ReplyDelete
  21. kenava harus KaVeKa sih? mbok mending KaPeKa Kita Persus Korupsi ngono

    ReplyDelete
  22. Terdampar di blog ini dan pengen ikutan diskusi soal film ini; Filmnya bagus, cuma sayangnya latar cerita rata2 sama ya kalo ga salah.
    padahal kalo Korupsinya dari sudut pandang lain kaya korupsi waktu-misal, kayanya rada nyindir bgt.hahaha

    ReplyDelete

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images