Ego, Kebenaran, Pembenaran..

Q.S. Al- Baqarah : 111
"...... Tunjukkan bukti kebenaranmu, jika kamu orang yang benar"
Manusia selalu berusaha untuk benar, dan hampir tidak pernah sadar kalau justru sedang mengejar pembenaran, berkutat pada hal semu yang menurut ego pribadi adalah paling benar..
Muncul kesan, egoistis dan diktatorian.

Ketika ego terlanjur tereksitasi, ia akan sangat sulit kembali ke lintasan normalnya. Butuh waktu, perenungan untuk pemahaman dan pengertian. Bukan sekedar embel-embel pencerahan. 

Tapi dunia butuh mereka yang bisa menyisakan sedikit ruang hidupnya untuk menerima keterbatasan orang lain.

12 komentar:

  1. betul sekali.. kita memang harus bisa menerima kekurangan orang lain. karena kita juga pasti mempunyai kekurangan..

    ReplyDelete
  2. egois harus bisa dikendalikan mbak.. kalau egois sudah di hati habislah semua pekerjaan dan silaturahim dengen sesama teman dan saudara, singgah di pelayaran saya ya mbak ada tulisan yang berhubungan dengan egoisme :D

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. konsep dan arti kebenaran tiap kepala dapat berbeda 18o derajat mengenai hal yang sama....oleh karenanya kebenaran yang mutlak hanya milikNYA

    ReplyDelete
  5. i agree cuy , keterbatasan seseorang adalah cermin dari keterbatasan kita juga karena Tuhan ciptakan manusia saling melengkapi dari kekurangan masing masing ..

    hehehehe ..gw ijin follow yak !! hehehe

    ReplyDelete
  6. kata-kata yang bijak dan sangat bermanfaat, jgn lupa kunjung balik yah :), nice article

    ReplyDelete
  7. Pembenaran bisa dijadikan kebenaran bila itu memang benar, namun apapun konsepnya, egois hanya menggulingkan identitas huamanisme

    ReplyDelete
  8. @kang buloh: komennya q hapus.. ntu harasia.. :D
    @bg todi: sepokat bang, Sang pencipta adalah zat yg tak berani qt gugat sedikitpun. toh, manusia hanya bidak kecil yg sekali sentil dah innalillahi..
    @brigadir kopi: yapz, karena sempurnanya manusia sebagai manusia justru saat ia berada dalam ketidaksempurnaannya (seorang shabat pernah mengatakan ini padaku dan tentu saja, sangat sepakat)
    @fadli: egoisitas pribadi tidak melulu negatif, justru unt berjuang menjalani hidup, ego perlu dipupuk. ia mesti ada agar cadangan semangat tidak habis. (ah, bicara ape sya negh..):D

    ReplyDelete
  9. hahahaha...dihapus uyyy...maaf..maaf..tak sengaja menemukannya..

    ReplyDelete
  10. santai kang.. klo yg ntu sengaja dak dipamer, biar org nemu sendiri.. hohohoho.. lebhay.. padahal isinya cuma curcol^^

    beruntunglah anda menemukannya.. hehehh

    ReplyDelete
  11. hatilah yang menjadi komandan pada setiap gerak-gerak dalam kehidupan ini. jika hatinya selalu di siram dengan sisi spiritualitas, Insya Allah kita senang dalam melakukan hal yang benar. dan merasa bersalah, ketika melakukan kesalahan....

    kesalahan itu, bisa rasa ego, mau menang sendiri, egois, sikap dikatator..


    Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat sebongkah daging yang apabila berkualitas baik, maka seluruh tubuh menjadi baik. Dan apabila berkualitas buruk, maka seluruh tubuh menjadi buruk. Ingatlah, bongkahan daging itu adalah jantung (hati).~hadist~

    ReplyDelete
  12. singgah lagi ah, sebelum tidurr.. Salam persohiblogan

    ReplyDelete

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images