Mimpi adalah Pesan Bawah Sadar

Ini tentang mimpi yang denotatif, bukan mimpi sebagai sesuatu yang selalu dikejar. 
Kasus:
Si fulan sedang banyak pikiran, sebulanan hidup bak zombie, tidak bersemangat. Semua kebiasaan positif berubah jadi nol. Masalahnya tidak kunjung terselesaikan dan walhasil dua minggu pertama si fulan lupa bagaimana rasanya tidur dengan nyenyak, di sepertiga tidurnya yang terakhir selalu saja dibangunkan oleh tangisnya sendiri. Itu intens terjadi selama dua minggu. Apa yang terjadi sebenarnya?
Pict Source
Mungkin sesi berikutnya, akan sangat sok psikologis. Ada yang pernah mengalaminya? Jujur saja, kasus di atas juga terjadi pada saya. Karena sesuatu hal, sebut saja "masalah x" yang tidak terselesaikan, bisa jadi kekecewaan yang mendalam, bisa jadi perasaan terhakimi, kemarahan yang terlalu besar dan memilih mati rasa, sesuatu yang sangat membebani ditambah pertahanan saya yang sepertinya tidak terlalu kuat, sukses membuat kacau beberapa minggu ini. Lucunya, di atas semua itu saya masih sempat penasaran dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Walhasil, ini semacam menjadikan diri sendiri sebagai kelinci percobaan. Kita harus menemukan akar persoalan sebelum mencari solusi yang tepat bukan? 

Okeh, asumsi awal, pikiran-pikiran yang tidak terselesaikan itu melindap di alam bawah sadar -inconcious mind-, lalu dengan polanya sendiri mencari jalan untuk berkomunikasi dengan pikiran sadar. 

Mari merunut satu-satu. Pikiran dan perasaan, yang mana mempengaruhi apa? Bagi saya yang percaya kekuatan pikiran, jawabannya pasti, bahwa pikiranlah yang mempengaruhi perasaan. Bukan tanpa alasan, kepala ini meyakini bahwa manusia adalah makhluk dengan pola berpikir abstrak dengan kemampuan bertindak mengikut pola non linier. Berbeda antar individu yang satu dengan yang lain. Kita selalu percaya, manusia adalah makhluk logis, tetapi pada kenyataannya kita lebih banyak bergerak dalam pola-pola yang lebih banyak tidak logisnya. Kalau kita makhluk logis, maka hampir pasti, setiap satu hal diselesaikan dengan cara yang persis sama sekalipun oleh individu berbeda. Yap, kita manusia, dengan pola non linier, bukan robot yang aksi reaksi sudah pasti sesuai program yang terinstall dari softwarenya, tidak melulu menghasilkan tindakan yang sama bila dikenai kode-kode tertentu. 

Pikiran setiap induvidu dibesarkan dengan kearifan-kearifan yang tidak terukur, lebih banyak diperoleh dari proses pencarian, yang sekali lagi, berbeda antar individu yang satu dengan yang lain. Kearifan-kearifan meliputi keyakinan, prinsip/ kepribadian, kebiasaan, ingatan, ini yang kemudian melahirkan reaksi yang berbeda saat menyikapi sesuatu. Muaranya adalah sesuatu yang secara sederhana kita kenal sebagai perasaan. Ada kesimpulan samar disini. Sebut saja, kearifan-kearifan tadi sebagai pikiran bawah sadar. Berarti ada cara pikiran sadar berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar. Yah, perasaan. Jadi rumus aksi-reaksinya menjadi pikiran melahirkan perasaan.

Kembali ke kasus "Si Fulan". 
Adi W. Gunawan -Mind Navigator-, ternyata lebih dulu telah menuliskan hal yang sama dan lebih lengkap. Beliau menyebutkan bahwa ada lima jalur yang digunakan pikiran bawah sadar untuk berkomunikasi dengan pikiran sadar, yaitu:
  1. Perasaan (Feeling/ Emotion)
  2. Sensasi di tubuh fisik
  3. Intuisi
  4. Inner Talk (saya belum mengerti bagian yang ini)
  5. Mimpi
Asumsi awal sejauh ini masih sejalan. Tapi bila dihubungkan dengan kasus "Si Fulan", saya lebih nyaman menyebutkan mimpi sebagai produk perasaan yang tidak terselesaikan. Setiap orang memiliki mekanisme pertahanan diri yang unik. Ada kondisi ketika seseorang terbebani dengan sejumlah pikiran-pikiran dan memilih untuk menghindarinya, tidak mengakuinya. "Saya banyak pikiran, tapi tidak mau pusing", sederhananya begitu. Walhasil perasaan/ kesedihan yang berusaha dikubur itu mencari caranya sendiri dan muncul sebagai "tangis" dalam tidur. Pandangan bahwa mimpi pada dasarnya bukan sekedar bunga tidur, berangkat dari sini. Mimpi bukan juga hal-hal supranatural yang ditransformasi dalam kode-kode tertentu yang dikenal sebagai firasat, tafsir mimpi. Akan lebih arif menyebutnya sebagai jembatan komunikasi pikiran sadar dan bawah sadar.

Well, last but not a least.
Mungkin kita harus sedikit belajar untuk mengerti dengan orang-orang disekitar kita. Sedikit mengendurkan kesibukan-kesibukan untuk peduli orang-orang di sekitar kita dan menjaga perasaannya. Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama berkali-kali. Orang-orang bilang, 1-2 kali berbuat kesalahan adalah khilaf, 3-4 kali itu keterlaluan. Artinya kau memang tidak peduli dengan orang lain. Anggap saja sebagai pertimbangan, besok lusa saat bertemu kasus seperti ini, mungkin kita harus belajar peka pada perasaan orang lain.

TO BE CONTINUED..
Apa ini? Yah, anggap saja, sedang mencoba membuat psikoanalisis untuk diri sendiri. :)

RANDOM
Saya baru ingat seorang kawan di grup Bloof pernah menanyakan hal yang sama, saya berjanji menjawabnya dalam postingan tapi saya lupa untuk waktu yang sangat lama. Ckckck

Seandainya seseorang bertanya seperti ini, engkau akan menjawab apa?
Manakah yang benar?
  1. pikiran mempengaruhi perasaan?
  2. perasaan mempengaruhi pikiran?

Semoga terjawab. Then, closing by a song "too serious too soon".
Ah, gak nyambung.



24 komentar:

  1. aku pilihnya perasaan mempengaruhi pikiran mbak,
    perasaan - pikiran - tindakan, mnrt buku yg aku baca...penjelasan lebih detailnya lupa...da lama bgt soalnya baca bukunya, ingetnya cm segitu aja heeeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. orang2 mengalami masa bahagia dan duka berulang-ulang. efeknya hampir selalu sama, bikin sumringah atau sedih tidak ketulungan, itu terjadi karena pola pikir menghadapi "bahagia" ataupun "duka" masih sama. kita mmaknai sesuatu berdasarkan pengalaman2, ingatan, kepribadian, keyakinan kita masing-masing, yang menjadi berbeda adalah saat poin2 tadi juga berada di kapasitas yang berbeda.

      sudah kayak seminar megamind saja kiteh. hahahhaha..
      mbak selvi, bantu saya sma judul buku yg bilang begitu. sepertinya saya penasaran, how it can be? :)

      Delete
  2. Kira kira aku mau jawab apa yak -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. nda usah dijawab fan. jadikan pertimbangan saja. :)

      Delete
  3. dua2nya saling mempengaruhi *biar cepet. hahaha

    miss u mba aciiil :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. syifaaaa.. miss u to dear..
      iyah, ini merekonstruksi keterbangunan dalam rangka harmonisasi menjawab kontroversi hati.

      hhahahahha, #VickyModeOng

      ini sesi melawan hiatus. saya keasyikan di tumblr smpe lupa jalan pulang. #pembenaran

      Delete
  4. kalau mayoritas laki-laki, logis dulu alias pikiran dulu baru di rasa dan di tindak lanjuti.
    katakanlah saya bingung, stress tapi tidak tau penyebabnya. Berusaha mencari akar permasalahan, ketemu di analisa ulang, ternyata ketemu solusi. Kalau sudah ketemu solusi tapi belum bisa terima keadaan, cari pantai untuk melihat luasnya samudra yang berarti juga meluaskan cara pandang dalam hidup, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak cra untuk pelampias yah. Klo sya pribadi, makaannn. Hhhahahaa...

      Untuk bisa bertindak, qt mmg harus menemukan akar msalh. Tahu dulu baru bergerak. ketok palu, kerjakan.

      Delete
  5. kalau di petakan menurutku jadi seperti ini:
    seseorang melihat sesuatu, (misalnya hantu),
    lalu diproyeksikan oleh otak kita (pikiran),
    dan mengirimkan ke alam bawah sadar,
    lalu dikirimkan kepada perasaan kita....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat. Sederhananya begitu.tepatnya begini, indera menangkap masalh, otk mengemulsi smuanya berdasarkan keyakinn, kepribadian/prinsip, kebiasaan, ingatan, pengalaman si subjek. Baru lahir rasa, entah takut atau berani. Reaksi berikutnya lebih jelas lagi, ambil langkah seribu atau ambil batu dan lempar hantu. Memastikan makhluk fana atau mmg bukan. :)

      Thanks for coment, sayangnya sya tdk bisa menjenguk rumh anda setelh menjejk disini. :)

      Delete
  6. kalau di petakan menurutku jadi seperti ini:
    seseorang melihat sesuatu, (misalnya hantu),
    lalu diproyeksikan oleh otak kita (pikiran),
    dan mengirimkan ke alam bawah sadar, yang dapat menghasilkan suatu ketakutan (perasaan)....

    ReplyDelete
  7. Pikiran mendeteksi dan menyimpulkan sesuatu, juga mengira2. Kalo hasilnya bagus perasaannya akan senang tapi kalo di luar kemauannya maka dia akan menggalau ...

    Lalu pikiran bakal bikin perasaan terpengaruh. Kalo awalnya dia bilang jelek padahal setelah itu indah, bisa saja (utk orang yang labil) sepanjang hari dia manyun saja ...

    Kayaknya begitu ya ... ^__^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha.. so sweett, bundaaa.

      sepakat, mbak. kurang lebihnya gitu.

      Delete
  8. kalau saya kak, cenderung pikiran yang mempengaruhi perasaan. Saya meyakini bahwa segala sesuatu itu pikiran yang menentukan. Hal baik atau hal buruk, itu tergantung apa yang kita pikirkan.

    ReplyDelete
  9. kadang ada juga mimpi jadi kenyataan

    ReplyDelete
  10. hmm, penasaran sama yang inner talk artinya apa ya? kalo mimpi memang biasanya dari alam bawah sadar. ketika ada masalah, masalah itu jadi terefleksi ke alam mimpi dan di sana justru serasa ada pemecahan masalah. ketika bangun baru sadar kalo memang masalah tsb belum terselesaikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sizt, ane juga belum faham sama inner talk.
      belum browshing. :))

      Delete
  11. kalau saya milih yang mana yaaa??? ah, milih yang bener aja deh :P hehe

    ReplyDelete
  12. Mimpi itu terkadang bisa jadi kenyataan namun bisa juga hanya bunga tidur saja..

    ReplyDelete
  13. perasaan dan pikiran itu malah dua hal yang berlainan, yang jadi kesamaannya adalah keduanya dipakai mausia untuk menilai, mengukur, dan memilih.

    contohnya
    cilong berpikir untuk menghindari makan jengkol di hari kerja karena bau namun karena terlalu terbawa perasaan akhirnya dia mencicipi 1kg semur jengkol buatan maya

    wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. secara aksi reaksi memang beda tapi sebab akibat yah..pikiran melahirkan perasaan. IMHO yah, penjelasan ilmiahnya sya nda ngerti tapi ada. hahhahah

      Delete
  14. Saya juga mikirnya mimpi itu komunikasi dari bawah sadar.. sering mimpi sbg petunjuk atau jelmaan apa yg kita rasain sebenernya/indikasi sesuatu. Kalo inner talk ntah deh ini apa bukan..sering ngalamin pas sedih dan akirnya bnr2 pasrah, ikhlasin yina2 ada suara yang kasi tau bilang ke diri ini dgn kata2 bijak yang menenangkan dan kasi step lanjutan yg hrs dilakuin..

    Ttg perasaan ama pikiran kalo ga salah ada quote yang bilang kebijaksanaan itu jembatan pikiran dan perasaan :)

    ReplyDelete

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images