Hanya pena...lalu mati..

Picture Source : Google search
Politik itu kotor!!
Entah bagaimana orang kecil bisa mendapat haknya
Sebuah pena bisa menjadi molotov besar yang menghancurkan
penguasa dan rakyat,
entah sejak kapan bereinkarnasi menjadi minyak dan air
Tak pernah bisa menyatu
Penguasa tetap penguasa
variable murni, “Yang di-per-tuan agung”
dengan senjata pamungkas di jarinya
dawat hitam,
simbol sempurna membelenggu rakyat…
di bawah kediktatoran pena…

ya..
sebuah pena politik
hanya pena.. lalu… mati..

9 komentar:

  1. dan politik itu takut pada generasi yang mengkritisi politik itu sendiri.. bukan pada genearasi yang memanggul senjata, tapi pada mereka yang punya semangat membara. mereka tuangkan ide ide brilian untuk suatu perubahan dalam bentuk tulisan 'satir politik' jika memang politik itu sudah terlihat memuakkan panca indera.
    berapa banyak revolusi yang terjadi di setiap negara. semua berawal dari pena (tulisan). :D

    ReplyDelete
  2. benarkah?? apa politik benar memiliki ketakutan pada generasi yg mengkritisinya? q tak yakin..:(

    ah, telenovela politik kita terlalu belibet, entah sudah berapa ribu episode yg tak pernah taman dgn happy ending?

    ReplyDelete
  3. kritis di sini adalah orang-orang yang vocal.karena sikap vocal'nya tersebut. pergerakan mereka di persempit. ini pendapat subjektif saiiah.. :D setelah melihat kejadian2 yang lewat dulu... :) later, we discuss about it... i'll be waiting...

    ReplyDelete
  4. vocal tidak selamanya kritis. kritis yg efektif adalh mereka yg sekali bicara dan tepat sasaran, konstruktif dan fokus. kritis itu mindset, sedang vokal lebih cenderung produk motorik.

    q tdk yakin politik punya ketakutan pda generasi kritis, karena sejatinya politik tidak hanya melibatkan satu "gelombang" aspek, ekonomi, sosial, dkk juga berbuntut pda politik. saat satu gelombang bergejolak, gelombang lain akan bangkit dan mencoba peruntungan lain. kotor..

    ReplyDelete
  5. politik tak senikmat kopi tubruk......hahahaha...sorry, saya angkat tangan kalo soal politik, tapi tulisannya bagus, ide yang tak disangka dengan mengatasnamakan pena, mariki' di'......

    ReplyDelete
  6. :p

    bah, fadli lebih enak capucino hangat. :)

    ReplyDelete
  7. Izin share link nya mbak :D

    ReplyDelete
  8. blog yang unique, saya izin copy gmbar pena

    ReplyDelete
  9. @imam: sipp.. silahkeun diks. :D

    @eko: wah, bru kli ini nih ada yg bilang unik. hehhehe.. silahkan dicopy gambarnya. itu juga comot dr mbah google. :D

    ReplyDelete

Kawan, silahkan tinggalkan jejak,,,

 

Friend List

Flickr Images